Waspada
Waspada » PN Langsa Putuskan NO YDBU Langsa Dan Ziauddin Ahmad
Aceh Pendidikan

PN Langsa Putuskan NO YDBU Langsa Dan Ziauddin Ahmad

Kuasa Hukum Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL), Irwansyah Putra SH M.Kn. Waspada/ist
Kuasa Hukum Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL), Irwansyah Putra SH M.Kn. Waspada/ist

 

LANGSA (Waspada): Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Langsa, Rabu (21/4) telah memutuskan Niet Onvankelijk Verklaard/NO atau gugatan tidak dapat diterima atas gugatan perlawanan pihak perkara terhadap sita eksekusi (Partij Verze) yang diajukan kubu Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL) terhadap Ziauddin Ahmad dkk.

Sementara pihak YDBU yang diketuai Drs. H. Faisal Hasan melalui kuasa Hukumnya Rahmat Sidik SH, didampingi Sekretaris YDBU Dede Gustian dan pendiri yayasan menyatakan, sengketa YDBU yang dipimpin H. Faisal Hasan dengan YDBUL pimpinan Amiruddin Yahya. Lagi-lagi upaya kubu YDBUL kandas di tengah jalan.

Pasalnya sejauh ini upaya mereka untuk memperjuangkan YDBUL yang selama ini sudah diklaim memiliki kekuatan hukum yang sah, ternyata berbanding terbalik.

Kampus Madrasah Ulumul Quran YDBU Langsa di Jalan Medan-Banda Aceh. Waspada/ist
Kampus Madrasah Ulumul Quran YDBU Langsa di Jalan Medan-Banda Aceh. Waspada/ist

“Seperti kami peroleh dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Mahkamah Agung RI bahwa, YDBUL sudah berkali-kali upaya hukumnya kandas di tengah jalan,” sebutnya.

Dikatakannya lagi, kubu YDBUL mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung nomor 3480 K/PDT/2019 Jo putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor: 08/PDT/2019/PT BNA Jo putusan Pengadilan Negeri Langsa nomor: 04/Pdt.G/2018/PN Lgs akhirnya ditolak oleh Mahkamah Agung RI, Selasa (20/4/2021).

Menurutnya, karena merasa masih memiliki celah Hukum kubu YDBUL kambali mengajukan gugatan perlawanan pihak Perkara Terhadap Sita Eksekusi (Partij Verze) ke PN Langsa. Kemudian pada, Rabu (21/4/2021) Pengadilan Negri Langsa kembali menggelar persidangan gugatan Perlawanan pihak Perkara Terhadap Sita Eksekusi (Partij Verze) yang di ajukan kubu YDBUL.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Silvia Ningsih, SH, MH didampingi Hakim anggota Muhammad Dede Idham, SH dan Yan Agus Priadi, SH serta Panitera Pengganti Nila Kesuma Wardhani Hasibuan, SH yang digelar sejak pukul 13:30 dan majelis hakim memutus dengan NO, jelas Rahmat.

Oleh karena itu, saat ini YDBU telah memiliki kapasitas untuk melakukan eksekusi. Untuk itu kita terus melakukan koordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Langsa agar secepatnya melakukan eksekusi.

“Secara hukum perlawanan tidak menghalangi eksekusi. Apa lagi kita sudah Aanmaning selama dua kali, jadi tidak ada lagi alasan untuk berlama-lama melakukan eksekusi,” ungkapnya.

Selain itu, kami meminta kepada pihak-pihak yang saat ini menguasai aset YDBU baik yang tercantum dalam putusan maupun yang tidak tercantum dalam putusan agar segera menyerahkannya secara baik-baik, sebelum kami mengambil tindakan hukum secara pidana, tegas Rahmat Sidik.

Tak Ada Urusan Dengan YDBU Tandingan

Sementara Kuasa Hukum Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL), Irwansyah Putra SH. M.Kn yang dihubungi wartawan mengatakan, klien mereka (YDBUL) di bawah Pimpinan Dr Amiruddin Yahya MA) hanya berperkara dengan individu atau perorangan tertentu yaitu Ziauddin Ahmad dkk.

Ketua YDBU Drs. H. Faisal Hasan melalui kuasa Hukumnya Rahmat Sidik SH, didampingi Seketaris YDBU Dede Gustian dan pendiri yayasan usai persidangan, Rabu (21/4). Waspada/ist
Ketua YDBU Drs. H. Faisal Hasan melalui kuasa Hukumnya Rahmat Sidik SH, didampingi Seketaris YDBU Dede Gustian dan pendiri yayasan usai persidangan, Rabu (21/4). Waspada/ist

“Jadi tidak ada urusan dengan YDBU tandingan pimpinan Faisal Hasan yang diduga sedang berupaya ‘merampas’ aset milik YDBUL,” ungkapnya.

Jadi, tegas Irwansyah, perlu kami ingatkan bahwa pihak yayasan tandingan itu jangan asal bicara terkait perkara individu lain. Ini berpotensi pidana dan tidak menutup kemungkinan kami akan tempuh upaya hukum pidana kepada pihak yayasan tandingan, yang terlalu jauh mencampuri perkara orang lain.

Dikatakannya, perkara yang dihadapi oleh YDBUL sebenarnya adalah melawan gugatan dari individu Ziauddin Ahmad dkk. Bahkan Ziauddin Ahmad sendiri kini sudah meninggal dunia. Sedangkan keberadaan YDBU tandingan sama sekali tidak ada kaitan dalam perkara tersebut.

Anehnya, YDBU tandingan di bawah pimpinan Faisal Hasan, terkesan begitu lancang ‘menunggangi’ gugatan yang pernah diajukan oleh individu Ziauddin Ahmad dkk.

Bahkan yayasan tandingan tersebut yang bukan bagian dari prinsipal atau pihak yang berperkara dan tidak memiliki hubungan hukum sama sekali dalam perkara tersebut, telah memberikan keterangan yang membingungkan publik.

Irwansyah Putra kembali menegaskan, jika YDBU tandingan itu tidak segera menghentikan keterangan yang bermuatan pembohongan publik, maka pihaknya akan mengambil sikap hukum secara pidana kepada orang-orang yang tidak mempunyai kepentingan hukum dalam perkara yang masih memiliki upaya hukum terkait eksekusi putusan Pengadilan Negeri Langsa.(b24)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2