Waspada
Waspada » PLTU 1-2 Nagan Raya Uji Coba Co-Firing
Aceh

PLTU 1-2 Nagan Raya Uji Coba Co-Firing

Manager UPK PLTU 1-2 Kabupaten Nagan Raya, Harmanto yang didampingi Fajar Pamujianto, Manager Engeneering, Ruslan Efendi, Manager KSA, Zainuddin, Manajer pemeliharaan UIKSBU dan Mulkan Iskandar, Manager pembagian Pemeliharaan usai melakukan uji coba Co -Firing di Suak Puntong Nagan Raya, Sabtu (17/10).Waspada/Muji Burrahman
Manager UPK PLTU 1-2 Kabupaten Nagan Raya, Harmanto yang didampingi Fajar Pamujianto, Manager Engeneering, Ruslan Efendi, Manager KSA, Zainuddin, Manajer pemeliharaan UIKSBU dan Mulkan Iskandar, Manager pembagian Pemeliharaan usai melakukan uji coba Co -Firing di Suak Puntong Nagan Raya, Sabtu (17/10).Waspada/Muji Burrahman

NAGAN RAYA (Waspada): Untuk mendorong pemanfaatan energi salah satu mengurangi pemakaian batubara pada PLTU 1-2 Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya melakukan uji coba Co-firing limbah, Sabtu (17/10).

Manager UPK PLTU 1-2 Kabupaten Nagan Raya, Harmanto yang didampingi Fajar Pamujianto, Manager Engineering, Ruslan Efendi, Manager KSA, Zainuddin, Manajer pemeliharaan UIKSBU dan Mulkan Iskandar, manager pembagian pemeliharaan kepada wartawan mengatakan, Co-Firing suatu program pemerintah khususnya PLTU 1-2 dan sudah dilakukan uji coba dengan bahan baku yang diperoleh dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Kabupaten Nagan Raya.

“Co-Firing atau limbah cangkang buah sawit mudah kita dapatkan, karena banyaknya PKS dan luasnya perkebunan sawit sehingga mudah kita dapatkan bahan baku tersebut,” kata Manager PLTU Unit 1-2, Harmanto.

Ia menyebutkan, Co-Firing sebagai program pemerintah dengan PT. PLN (persero).

“PT. PLN unit pelaksana pembangkit PLTU 1-2 Nagan Raya sudah melakukan uji coba dengan melakukan pencampuran limbah cangkang buah sawit dengan batubara, bila ujicoba ini berhasil maka kita akan menggunakan limbah cangkang buah sawit sepenuhnya tanpa ada campuran dengan bahan baku lain, akan tetapi untuk tahap pertama ini kita gunakan bahan baku limbah cangkang sawit sebanyak 150 Ton saja,” sebut Harmanto.

Selain itu, Hermanto juga mendukung dengan adanya program Pemerintah tersebut. “Bila ini berhasil akan mengurangi bahan bakar yang berasal dari batubara yang nilai harganya mahal, sedangkan limbah cangkang sangat terjangkau harga dan dengan adanya program pemerintah pada ujicoba “Co-Firing”. Mudah-mudahan ini bisa berhasil,” tutup Manager UPK Nagan Raya, Harmanto (b22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2