Waspada
Waspada » Plt. Gubernur Diminta Evaluasi Kinerja PUPR
Aceh Headlines

Plt. Gubernur Diminta Evaluasi Kinerja PUPR

JEMBATAN DARURAT: Akibat belum dipasang jembatan Bailey oleh Dinas PUPR Aceh, warga terpaksa membangun jembatan darurat di lintasan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur - Galus, di Desa Lokop, Kab. Aceh Timur, Kamis (18/6) sore. Waspada/Ist
JEMBATAN DARURAT: Akibat belum dipasang jembatan Bailey oleh Dinas PUPR Aceh, warga terpaksa membangun jembatan darurat di lintasan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur - Galus, di Desa Lokop, Kab. Aceh Timur, Kamis (18/6) sore. Waspada/Ist

IDI (Waspada): Dianggap berlarut-larut dan belum mampu menangani longsor dan bencana alam yang terjadi di jalan lintasan provinsi, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT, diminta segera mengevaluasi kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Aceh.

“Jalan lintas provinsi mulai dari Peureulak, Kabupaten Aceh Timur hingga tembus ke Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, kerap terjadi longsor, seharusnya Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Jalan dan Jembatan Wilayah II di Kota Langsa dipindahkan ke Aceh Timur sesuai dengan harapan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, sehingga penanganan dan perawatan jalan dan jembatan yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Aceh lebih optimal,” kata Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH, kepada Waspada, Jumat (19/6).

Meskipun diketahui dan diakui jalan antar kabupaten di pantai timur Provinsi Aceh itu kerap terjadi longsor, namun Dinas PUPR Aceh hingga kini belum memperlihatkan langkah serius dalam penanganan, padahal puluhan titik rawan longsor.

“Bahkan sepanjang jalan mulai dari Peunarun hingga ke Lokop, Kecamatan Serbajadi, dikabarkan kerap amblas, sehingga terkadang Pemkab Aceh Timur ikut melakukan pembersihan seperti di Desa Ramphah, Kecamatan Serbajadi,” sebut Safaruddin.

Akhir Mei lalu, lanjut Safaruddin, satu unit jembatan berukuran 4X12 meter hanyut diterjang banjir akibat luapan sungai di Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, namun hingga saat ini Dinas PUPR belum menangannya, kecuali hanya sebatas penanganan darurat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Dua hari yang lalu, tanah longsor kembali terjadi di Desa Leles, Kecamatan Serbajadi. Akibatnya, arus transportasi dari Aceh Timur ke Galus atau sebaliknya lumpuh total. Sementara Dinas PUPR hingga saat ini kabarnya juga belum mengirimkan alat berat untuk melakukan pembersihan,” terang Safaruddin.

Jembatan Bailey Belum Terpasang

Tak hanya itu, Dinas PUPR Aceh juga menjanjikan segera memasang jembatan Bailey di lokasi jembatan yang amblas di Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, sehingga arus transportasi bisa kembali normal.

“Tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda dipasang jembatan Bailey sebagaimana dijanjikan,” timpal Safaruddin.

Melihat keseriusan dalam bekerja yang begitu melambat, Safaruddin meminta Plt. Gubernur Aceh dan Sekda Aceh perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja pimpinan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) tersebut, sehingga nanti tidak berdampak terhadap merosotnya kepercayaan publik terhadap Pemerintah Aceh di bawah pimpinan H. Nova Iriansyah sebagai Plt. Gubernur Aceh.

Jembatan Darurat

Sementara Camat Serbajadi, Sahdan, dikonfirmasi Waspada terpisah mengakui, debit air sungai masih tinggi menyusul hujan deras dalam tiga hari terakhir, sehingga berbagai jenis alat berat dari dua arah belum bisa melintas melalui pinggiran sungai.

“Iya benar, debit air masih tinggi, sehingga mobilisasi alat berat ke lokasi longsor di Desa Leles, terkendala di Desa Lokop,” sebut dia.

Sementara jembatan darurat dari batang kelapa yang dibuat beberapa waktu lalu di lintasan jalan utama yang menghubungkan Lokop (Aceh Timur) dengan Pindeng (Galus), lanjut Sahdan, kini sudah digerus banjir.

“Sehingga Muspika bersama masyarakat harus membangun kembali jembatan darurat dari kayu, namun hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat. Sedangkan alat berat tidak mampu menahan beban,” sebut Sahdan.

Alat Berat Siap

Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah II Langsa, Mulyadi, dikonfirmasi Waspada terpisah mengaku, pihak Dinas PUPR Aceh sudah menyiapkan alat berat untuk dimobilisasi ke lokasi, namun hingga saat ini belum sampai ke lokasi, karena debit air sungai di jembatan yang putus masih tinggi putus masih tinggi.

“Jika hari ini (kemarin-red) air sungai surut, maka alat berat akan sampai ke lokasi longsor di Desa Leles, Kecamatan Serbajadi,” kata Mulyadi

Menurut Mulyadi, alat berat yang akan digunakan untuk menangani longsor yang menutupi badan jalan sejak tiga hari yang lalu tersebut kini masih berada di Desa Bunin, dan menunggu air sungai surut untuk bisa dimobilisasi ke lokasi longsor. (b11).

.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2