PKM Unsam Latih Pembuatan Produk Kreatif UMKM Rumoh Cicem

PKM Unsam Latih Pembuatan Produk Kreatif UMKM Rumoh Cicem

  • Bagikan
Tim Dosen Universitas Samudra (Unsam) saat melakukan pelatihan pembuatan produk-produk kreatif berbahan dasar limbah kayu bersama masyarakat di Desa Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa dan anggota kelompok usaha UMKM Rumoh Cicem, Selasa (26/10). Waspada/dede
Tim Dosen Universitas Samudra (Unsam) saat melakukan pelatihan pembuatan produk-produk kreatif berbahan dasar limbah kayu bersama masyarakat di Desa Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa dan anggota kelompok usaha UMKM Rumoh Cicem, Selasa (26/10). Waspada/dede

LANGSA (Waspada): Tim Dosen Universitas Samudra (Unsam) melakukan pelatihan pembuatan produk-produk kreatif berbahan dasar limbah kayu bersama masyarakat di Desa Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa dan anggota kelompok usaha UMKM Rumoh Cicem, Selasa (26/10).

Hadir dalam pelatihan itu, perangkat Gampong Seuriget, Ema Malini (Tuha Peut), Zainal Abidin (Kair) dan M. Zaini (Kadus Malahayati).

Ketua Tim Pengabdian PKM Unsam, Wan Alamsyah, ST, MT beranggotakan Puji Wahyuningsih, S.Si, M.Sc dari Program Studi Kimia Fakultas Teknik dan Salman, SE, M.Si dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bersumber dari Kemendikbud Ristek Tahun Anggaran 2021, yang juga merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dipilihnya UMKM Rumoh Cicem, lanjut Wan Alamsyah, merupakan salah satu UMKM yang fokus pada usaha pengolahan kerajian berbahan dasar limbah kayu yang diperoleh dari usaha-usaha pembuatan perabot rumah tangga (furniture) dalam kawasan Kota Langsa.

Selain itu, limbah kayu selama ini terabaikan dan dianggap tidak memiliki nilai ekonomis, padahal apabila dimanfaatkan melalui kreativitas maka akan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Sementara menurut M. Yusuf selaku pelaku usaha UMKM Rumoh Cicem, produk yang dihasilkan untuk saat ini cuma tempat bertelur burung atau biasa orang menyebut dengan nama glodok dan biasanya saya produksi tergantung orderan konsumen.

“Atas dasar inilah tim PKM menilai potensi tersebut masih dapat dikembangkan menjadi produk turunan bernilai ekonomis lainnya seperti wallpaper 3D, Ambalan melayang, dan tatakan piring,” ungkapnya.

Apalagi, keterbatasan faktor produksi serta tingkat kreativitas pelaku usaha merupakan hal mendasar yang harus dapat dipecahkan oleh tim PKM.

Kemudian, ungkap Wan Alamsyah, S.T.,M.T ungkap lagi, untuk meningkatkan produksi UMKM Rumoh Cicem maka diperlukan upaya optimalisasi melalui pelatihan desain produk, pembuatan produk turunan dan pemasaran melalui e-commerce.

“Melalui kegiatan PKM ini Tim juga berharap produk UMKM “ Rumoh Cicem” ini dapat menjadi salah satu produk unggulan Kota Langsa. Di mana melalui program ini diharapkan daerah pemasaran produk semakin luas serta mampu meningkatkan pendapatan UMKM,” tambahnya.

Sedangkan Kaur Gampong Seuriget, Zainal Abidin berharap semoga program-program seperti ini berlanjut dan menyentuh kepada UMKM lainnya yang terdapat di sekitar kawasan Gampong Seuriget ini, sehingga kualitas dan kuantitas produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM dapat meningkat.

“Kami juga berharap dapat dibuat program yang melibatkan institusi akademis dan pemerintah daerah dalam menggali potensi, berbagi ide, inovasi dan lain sebagainya yang sifatnya membangun, apalagi yang dapat meningkatkan perekonomian berbasis kemitraan dengan masyarakat dan UMKM terlebih pada masa pandemi sekarang,” tandas Ema Malini, Tuha Peut Gampong Seuriget menambahkan.(b13)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *