PKB Lhokseumawe Siap Rehab 400 Rumah Dan Bangun 1000 MCK - Waspada

PKB Lhokseumawe Siap Rehab 400 Rumah Dan Bangun 1000 MCK

- Aceh
  • Bagikan

LHOKSEUMAWE (Waspada): Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Lhokseumawe, Hj Nurhayati Aziz kepada Waspada.id, Rabu (17/11) siang mengatakan, pihaknya akan melaksanakan kegiatan rehab 400 unit rumah fakir miskin dan membangun 1000 unit MCK di empat kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe pada akhir tahun ini dan di awal tahun depan.

Kegiatan rehab 400 unit rumah diperuntukkan kepada warga tidak mampu dalam wilayah kerjanya. Bantuan rehab 400 unit rumah tersebut sumber anggaran dari APBN tahun 2022 menggunakan dana aspirasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, H. Ruslan M Daud daerah pemilihan Aceh II.

Program rehab rumah ini sengaja dipilih dan akan dilaksanakan disebabkan dari hasil pendataan pihaknya di lapangan, masih cukup banyak warga yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni. Sekarang ini, kata Nurhayati, tim sedang bekerja di lapangan untuk memastikan data yang akurat sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Bantuan rehab 400 unit rumah ini anggarannya juga bersumber dari APBN tahun 2022 menggunakan dana aspirasi H Ruslan M Daud. Harapan kita, program ini dapat terlaksana sesuai harapan. Informasi awal, program ini masih harus menunggu konfirmasi dari tim H Ruslan. Namun kemungkinan batal sangat kecil karena memang ini program yang harus kita laksanakan nantinya,” sebut Anggota Komisi B DPRK Lhokseumawe itu yang diamini oleh Wakil Sekretaris DPC PKB Lhokseuamwe, Rocky Fajar.

Sedangkan untuk pembangunan 1000-an unit MCK akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. 1000-an unit MCK tersebut akan dibangun di surau, dayah atau pesantren dan sebagian untuk kebutuhan masyarakat yang hingga saat ini masih belum memiliki jamban yang layak.

Nurhayati dan Rocky Fajar meminta dengan penuh harap, agar H Ruslan M Daud benar-benar dapat membawa pulang dua program tersebut dari Pusat ke Kota Lhokseumawe. “Mudah-mudahan tidak ada halangan untuk kita laksanakan dua program tersebut. Kedua program itu menggunakan dana aspirasi H Ruslan M Daud. Sampai saat ini belum ada konfirmasi tentang jadwal program ini dilaksanakan. Namun dari informasi tim H Ruslan untuk MCK akan dilaksanakan di akhir tahun ini. Kemudian untuk rehab rumah pada tahun 2022,” terang Nurhayati.

MCK penting sekali untuk dibangun dan diberikan kepada masyarakat agar lingkungan tempat masyarakat tinggal bersih dan sehat. “Harapan kita ke depan semua rumah warga kurang mampu sudah memiliki MCK yang layak agar masyarakat dapat hidup bersih dan sehat.”

Meskipun kepastian jadwal pembangunan belum mendapat konfirmasi yang tepat dari tim H Ruslan M Daud, Ketua DPC PKB Lhokseuamwe telah menurunkan tim ke lapangan untuk mencari data yang tepat dan benar sehingga nantinya saat program di jalankan, pembangunan MCK dan rehab rumah tidak terkendala.

“Apapun yang bisa kita berikan dan yang bisa kita lakukan, maka kita laksanakan. Doakan kami agar sehat dan lancer dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat melalui Partai Kebangkitan Bangsa dan doakan agar kami di DPRK Lhokseuamwe agar bisa mengupayakan bantuan serupa untuk warga Lhokseumawe,” imbuhnya.

Agar kehadiran dirinya sebagai Anggota DPRK Lhokseumawe menjadi bermakna di tengah-tengah masyarakat, ke depan pihaknya akan berjuang agar di Kota Lhokseumawe dapat berdiri sebuah pabrik yang dapat menampung tenaga kerja dalam jumlah banyak. Salah satu bahan bau yang banyak tersedia di Lhokseuamwe adalah kelapa.

“Saya punya pemikiran untuk mengajak Pemerintah Kota Lhokseumawe membangun pabrik olahan bahan baku kelapa, seperti pabrik jeli dan berbagai produk turunannya. Bukankah sabut kelapa juga dapat diolah menjadi berbagai produk. Mudah-mudahan mimpi saya ini nantinya menjadi kenyatakan, agar masyarakat memiliki peluang kerja yang lebih luas lagi,” sebutnya.

Kemudian, sebut Anggota Komisi B di DPRK Lhokseumawe itu, di Kota Lhokseumawe semestinya dapat berdiri megah sebuah pabrik pengalengan ikan. Pasalnya, hasil tangkapan ikan di peraian kota itu cukup banyak. Selama ini yang terjadi, jika tangakapan ikan oleh nelayan membludak maka harga ikan di pasaran turun drastis, dan sebaliknya akan menjadi mahal saat ikan langka.

“Kalau sendainya ada pabrik pengalengan ikan, mungkin tidak akan terjadi demikian. Harga ikan akan tetap stabil dan perekonomian masyarakat nelayan tetap terbantu. Harusnya program ini menjadi fokus baik anggota dewan maupun Wali Kota Lhokseumawe demi untuk mensejahterakan warga nelayan,” katanya.

Akhirnya kepada masyarakat di empat kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe untuk mendukung dan mendoakan agar cita-cita tersebut dapat diwujudkan oleh pihaknya bersama-sama dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe. “Akan terus saya suarakan ini hingga dianggap penting oleh semua pihak,” demikian Nurhayati Aziz. (b07)

Keterangan Foto : Anggota Komisi B di DPRK Lhokseumawe, Hj Nurhayati Aziz memberikan bantuan Sembako kepada masyarakat tidak mampu di Kecamatan Banda Sakti. Bantuan itu diberikan untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemic Covid-19. Waspada/Ist

  • Bagikan