PIM Dukung Kerajinan Purun Warga

PIM Dukung Kerajinan Purun Warga

  • Bagikan
Sejumlah warga sedang melihat langsung produk kerajinan dari bahan baku purun. PT. PIM mendukung kegiatan warga binaan perusahaan pupuk tersebut.Waspada/Ist
Sejumlah warga sedang melihat langsung produk kerajinan dari bahan baku purun. PT. PIM mendukung kegiatan warga binaan perusahaan pupuk tersebut.Waspada/Ist

KRUENG GEUKUEH, Aceh Utara (Waspada): Sejumlah wanita di kawasan water intake PIM, Gampong Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen mengembangkan kerajinan dari tanaman purun. PT. PIM mendukung kegiatan warga binaan perusahaan pupuk tersebut.

Menurut Bagian Humas PIM kepada Waspada.id, Selasa (28/9), Senior Vice President Umum PIM, Saifuddin Noerdin beserta Plt. AVP PKBL & Humas, Jufri telah melakukan pertemuan dengan dinas terkait, untuk mendukung kegiatan tersebut. PT. PIM mengadakan pertemuan dengan Muhammad Usdami beserta staf dari Dinas Tenaga Kerja UKM Kabupaten Bireuen. Selain itu juga hadir perwakilan BLK Wilayah Bireuen Mahfudhzillah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi Eliya Novita serta Azhar dari DPPKUKM. Pertemuan pada Kamis (23/9) berlangsung di Rumoh Kreatif UMKM “Beujroh” Gampong Blang Mee.

                                             

Menurut Jufri, untuk mengembangkan UMKM Beujroh pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari dinas, sehingga inovasi produk yang dikeluarkan, siap bersaing di pasar. Karena itu, menurut Jufri, UMKM membutuhkan pelatihan lanjutan yang bisa dipandu oleh dinas. “Untuk mendukung tumbuh usaha UMKM Beujroh ini, kami berharap juga PNS Kabupaten Bireuen dapat membeli produk UMKM, dan diusahakan setiap hotel yang berada di kawasan Bireuen menyerap produk sandal dan lainnya dari UMKM Beujroh,” sebutnya.

Selain sandal, warga juga memproduksi tas bermotif Aceh, tempat tisue dan berapa produk menarik lainnya. Jufri juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerhati UMKM Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen, karena telah bersedia bekerja sama dengan PT. PIM untuk membantu mengembangkan UMKM Beujroh. UMKM ini merupakan binaan CSR /TJSL PT. PIM sejak tahun 2020.

Kerajinan ini memanfaatkan tanaman purun sebagai bahan baku. Tanaman purun juga mudah di dapat, karena banyak tumbuh di kawasan Paya Nie. Melalui skill ibu-ibu Blang Mee, tanaman lahan gambut ini menjadi suatu barang yang memiliki nilai jual.

Bagian Humas PIM juga menjelaskan, menindaklanjuti kunjungan ini, BLK Kabupaten Bireuen berkomitmen membantu pengembangan UMKM Beujroh. Pihaknya berencana memberikan bantuan alat mal/cetak size sandal untuk produksi yang lebih rapi. Selain itu juga mengadakan pelatihan desain grafis untuk mendorong inovasi produk yang semakin bervariasi dan memiliki keunikan agar dapat bersaing di pasaran. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bireun juga memberikan akses bagi UMKM Beujroh untuk dapat menitipkan produk-produknya pada display pemasaran produk yang ada di dinas.

Sementara itu, Ketua UMKM Beujroh Rohani mengajak instansi terakit di Bireuen untuk mendukung kegiatan positif masyarakat dalam mengembangkan produktifitas kerajinan didaerah. “Kami meminta bapak-bapak dari Dinas di Bireuen supaya membeli dan menggunakan produk kami untuk membantu masyarakat sendiri,” kata Rohani.

Selain itu, Rohani mengharapkan bimbingan yang berkelanjutan dan bantuan lain untuk mengembangkan usaha masyarakat terutama kaum ibu perlu diperhatikan. “Kami berharap ada perhatian khusus bagi kami yang sudah berusaha mengembangkan UMKM ini dengan segala keterbatasan, selama ini PT PIM telah hadir mendukung kami dan tempat kami mencari solusi atas segala permasalahan di UMKM ini,” tambahnya. Ke depan dengan adanya kerjasama antar pihak ini, dia berharap bisa lebih maju dan ikut berkontribusi terhadap daerah dengan memberdayakan masyarakat yang tidak berpenghasilan.

Menanggapi permintaan pengelola UMKM Beujroh, Muhammad Usdami mengaku baru tahu ada kegiatan produktif masyarakat di Gampong Blang Mee. Pihaknya tentunya akan mendukung kegiatan tersebut untuk pengembangan produk kerajinan di Kabupaten Bireuen ini. “Ini menjadi pilar untuk contoh bagi pelaku usaha kecil menengah di daerah Bireuen yang nantinya bisa meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan menyerap tenaga kerja,” sebutnya.(b08)


  • Bagikan