Petugas Temukan 5 Ton Kayu Curian Di Dalam TNGL
banner 325x300

Petugas Temukan 5 Ton Kayu Curian Di Dalam TNGL

  • Bagikan
Ketua Tim Patroli Hutan, Sabaruddin Pinim menghitung dan mendata jumlah kayu illegal logging yang ditemukan dalam kawasan TNGL di Kutacane.Waspada/Ali Amran
Ketua Tim Patroli Hutan, Sabaruddin Pinim menghitung dan mendata jumlah kayu illegal logging yang ditemukan dalam kawasan TNGL di Kutacane.Waspada/Ali Amran

KUTACANE (Waspada): Petugas pengaman hutan di Aceh Tenggara kembali menemukan 5 ton kayu illegal logging di tengah gencarnya pihak BTNGL Kutacane melakukan operasi pengamanan hutan.

Ketua Tim Patroli Hutan Badan Taman Nasional Gunung Leuser (BTNGL) Kutacane, Sabaruddin Pinim kepada Waspada, Jumat (14/2) mengatakan, dari operasi atau patroli pengamanan hutan yang dilakukan pihaknya bersama beberapa beberapa personel, berhasil ditemukan 5 ton kayu curian dari dalam kawasan hutan TNGL.

Kayu seberat 5 ton atau sebanyak 20 batang kayu gelondong yang dirambah pencuri dari dalam kawasan hutan terlarang TNGL itu berasal dari tiga tempat kejadian perkara atau dari tiga Resort Hutan TNGL.

Hasil operasi atau patroli yang dilakukan pihak BTNGL, dari 11 sampai 13 Februari lalu, kayu curian yang telah ditebang pelaku ditemukan di kawasan Blok Hutan Jambur Lak-lak, Kecamatan Ketambe, Blok Hutan Deleng Mekhuntuh Kecamatan Darul Hasanah dan tiga lokasi lagi di blok hutan Lawe Tungkal, Kuta Batu serta blok hutan Deleng Kukusen Resort Lawe Alas.

Petugas yang melakukan patroli dalam kawasan Hutan TNGL mengamankan beberapa unit mesin chainsaw yang digunakan pencuri merambah hutan terlarang.Waspada/Ali Amran
Petugas yang melakukan patroli dalam kawasan Hutan TNGL mengamankan beberapa unit mesin chainsaw yang digunakan pencuri merambah hutan terlarang.Waspada/Ali Amran

Amankan Barang Bukti

Selain menemukan 20 batang kayu gelondongan yang telah ditinggal pelaku, tambah Sabar, tim yang beranggotakan 13 orang personel itu juga menemukan barang bukti sepedamotor penarik kayu dan enam unit mesin chainsaw penebang kayu dari berbagai lokasi yang didatangi tim patroli hutan.

Kendati tak berhasil menemukan pelaku perambah hutan namun barang bukti hasil kejahatan seperti mesin chainsaw dan barang buktinya lainnya, untuk sementara waktu diamankan di kantor BTNGL Kutacane di kawasan Tanah Merah, Kecamatan Badar.

Kepada Waspada, Sabaruddin Pinim menambahkan, pihaknya akan terus melakukan patrol atau razia pengamanan hutan di seluruh kawasan hutan taman nasional yang terdapat di Aceh Tenggara, kendati harus berhadapan dengan oknum yang mendukung terjadinya perambahan hutan dalam kawasan TNGL.

Kepada warga Aceh Tenggara juga, pihak BTNGL mengimbau agar jangan pernah bosan memberikan informasi jika di dalam wilayah hutan TNGL terjadi perambahan hutan atau aksi illegal logging pencurian kayu yang jadi pelindung dan penyeimbang kelestarian alam tersebut.

“Yang mendapat untung atas aksi illegal logging atau perambah hutan tersebut hanya beberapa orang saja, tapi dampaknya atau yang mengalami kerugian tak terperi dan sangat banyak. Jadi aksi illegal logging dalam kawasan hutan terlarang harus dihentikan agar bencana alam banjir bandang dan tanah longsor maupun banjir sungai tak terulang kembali,” tandas Ketua Tim Patroli Hutan BTNGL, Sabaruddin Pinim.(b26/I)

  • Bagikan