Peternak Minta Pemkab Aceh Tamiang Suntik Gratis Sapi PMK

- Aceh
  • Bagikan

KUALASIMPANG (Waspada): Peternak sapi di Kabupaten Aceh Tamiang minta agar Pemkab Aceh Tamiang memberikan pelayanan suntik vaksin secara gratis terhadap sapi yang mengalami Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) .

Permintaan peternak sapi di Kabupaten Aceh Tamiang disampaikan kepada Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon yang meninjau langsung ke Kampung Paya Rehat ,Kecamatan Banda Mulia dan Kampung Tengku Tinggi, Kecamatan Bendahara,Senin (30/5)sore.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon ketika turun langsung ke lokasi turut didamping Ketua Komisi II DPRK setempat, H.Saiful Sofyan bersama Wakil Ketua Komisi II,Hj.Rosmalina dan aparatur dari Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan serta petugas lainnya yang meninjau langsung terhadap sapi yang diserang wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kecamatan tersebut.

“ Peternak minta agar kami menyampaikan kepada Pemerintah Daerah dan Dinas terkait agar memberikan suntik vaksin gratis terhadap sapi agar sembuh dari sakit dan supaya tidak diserang wabah Penyakit Mulut dan Kuku di daerah ini,”ungkap Fadlon kepada Waspada.id, Senin (30/5)sore.

Menurut Fadlon, berdasarkan informasi yang diperoleh fihaknya dari peternak sapi di Aceh Tamiang untuk suntik Vaksin penyakit mulut dikenakan biaya pengganti vaksin Rp50 ribu untuk sekali suntik sapi dan untuk obat semprot kuku sapi biayanya mencapai Rp190 ribu.

Fadlon menambahkan, menurut peternak biaya suntik dan semprot kuku sapi sebesar itu sangat memberatkan bagi peternak .

“Peternak ingin Pemerintah memberikan pelayanan suntik dan semprot kuku sapi secara gratis ,”tegas Fadlon.

Fadlon juga mengungkapkan ,fihaknya sangat prihatin melihat nasib pertenak sapi yang sapinya diserang wabah Penyakit Mulut dan Kuku .

Kadis Pertanian,Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Tamiang, Safuan ketika dikonfirmasi Waspada.id, Senin (30/5) sore di ruang kerjanya menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Kementerian Pertanian di Jakarta untuk memberikan bantuan vaksin dan obat semprot kuku sapi sebanyak 30 ribu dosis.

“Kebutuhan obat-obatan sebanyak 44 ribu dosis, namun sebahagian sapi sudah banyak yang disuntik dan disemprot oleh petugas Menteri Hewan dari Dinas ini, sehingga kami mengajukan usulan bantuan obat-obatan sebanyak 30 ribu dosis,” tegas Safuan.

Safuan juga menyebutkan, persedian obat-obatan untuk sapi yang PMK memang kosong di Dinas ini,bantuan dari Menteri Pertanian beberapa waktu yang lalu berkunjung ke Aceh Tamiang tidak cukup dan sudah habis,sedangkan obat-obatan yang digunakan oleh Menteri Hewan untuk suntik dan semprot sapi memang dibeli oleh Menteri Hewan,makanya jika ada sapi yang disuntik dan semprot dikenakan biaya pengganti obat dari Menteri Hewan.

Safuan pada kesempatan tersebut juga membantah tudingan miring yang beredar menyatakan pihaknya tidak peduli terhadap nasib pertenak sapi yang sapinya diserang PMK.

“Tudingan seperti itu tidak benar dan sangat tendesius mengada-ngada, Kami dari Dinas ini sudah berbuat maksimal, usulan obat-obatan sudah kami usul minta bantuan ke Menteri Pertanian, namun obat yangkami mohon belum dikirim oleh Kementerian Pertanian,” tegas Safuan.

Selain itu, imbuh Safuan, pihaknya juga sudah mengusulkan anggaran tanggap darurat kepada Sekda Aceh Tamiang sebagai TAPK sebagai upaya pengendalian dan pencegahan PMK, sudah disetujui oleh Sekda, namun sampai sekarang anggarannya sedang diproses oleh BPKD Aceh Tamiang dan belum cair anggarannya .

“Kita berharap semoga anggaran bisa cepat cair dan kita juga berharap wabah PMK yang menyerang sapi milik peternak sapi di Aceh Tamiang bisa cepat diatasi dan semoga semua sapi tetap sehat dengan cara memberikan obat ramuan secara tradisional yaitu gula merah dicampur air asam jawa dan induk kunyit sebagai upaya pertolongan terhadap sapi milik peternak,” tegas Safuan.(b14)

Keterangan Foto: Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon bersama Komisi II DPRK setempat dan petugas Dinas terkait ketika meninjau langsung sapi yang diserang PMK di Kabupaten tersebut, Senin (30/5). Waspada/ Ist

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.