Petani Tangse Sangat Merasakan Imbas Banjir

  • Bagikan
Petani Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie korban banjir sedang memperhatikan tanaman padi dan sawahnya rusak akibat terendam banjir, Jumat (5/11). Waspada/Muhammad Riza
Petani Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie korban banjir sedang memperhatikan tanaman padi dan sawahnya rusak akibat terendam banjir, Jumat (5/11). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Ribuan petani di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie sangat merasakan imbas bencana banjir yang menerjang kawasan dataran tinggi tersebut beberapa waktu lalu.

Tidak sedikit areal lahan persawahan produktif yang ditanami tanaman padi para petani Tangse rusak akibat terendam dan dibawa hanyut arus banjir. Seperti yang terlihat di lahan pesawahan, Gampong (desa) Peunalom Dua, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, hampir semua lahan persawahan di sana rusak, tanaman padi siap panen pun rubuh pasca-banjir besar yang melanda kawasan dataran tinggi Tangse beberapa hari terakhir.

Camat Tangse Muhammad Irfan Islami, Jumat (5/11) mengatakan, dampak banjir menyebabkan satu irigasi jebol di Gampong Peunalom Dua. Irigasi ini kata dia berfungsi untuk tiga gampong, meliputi Gampong Peunalom Dua, Peunalom Satu dan Gampong Layan. Sedangkan sawah yang rusak imbas banjir seluas empat hektare.

Saat ini, kata Irfan para petani yang tanamannya mati pun hanya bisa pasrah, mereka belum memiliki rencana apakah akan menanam ulang atau membiarkan dahulu sawahnya yang rusak.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Pidie Ir Sofyan Ahmad, mengatakan ada seluas empat hektare sawah yang terendam banjir dengan luas tanam 1.495 ha. Namun, tiga hektare diantaranya terdampak banjir, sedangkan luas areal sawah yang rusak parah seluas 1,5 hektare. “Jadi musibah ini terjadi pada usia tanaman padi 12-35 Hst,” katanya. (b06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *