Waspada
Waspada » Petani Senang, Rehabilitasi Irigasi Di Kawasan Langsa Timur
Aceh Ekonomi

Petani Senang, Rehabilitasi Irigasi Di Kawasan Langsa Timur

Jaringan Irigasi D.I. Buket Meutuah di Gampong Matang Cengai Kec. Langsa Timur, Kota Langsa Senin (18/1). Petani Senang, Rehabilitasi Irigasi Di Kawasan Langsa Timur. Waspada/Munawar
Jaringan Irigasi D.I. Buket Meutuah di Gampong Matang Cengai Kec. Langsa Timur, Kota Langsa Senin (18/1). Petani Senang, Rehabilitasi Irigasi Di Kawasan Langsa Timur. Waspada/Munawar

LANGSA (Waspada): Masyarakat petani Gampong Buket Meutuah dan Matang Cengai serta kawasan persawahan di Kec. Langsa Timur, Kota Langsa, menyambut gembira dengan adanya pembangunan jaringan saluran irigasi yang telah rampung dikerjakan oleh PT Desa Maju Indonesia pada tahun 2020.

Dengan adanya saluran irigasi ini, sangat membantu masyarakat untuk melancarkan pengairan air ke persawahan, sehingga aliran air menjadi lancar, semoga hasil tani bisa berlimpah dan meningkat,” ujar Abdullah salah seorang petani, ketika di konfirmasi Waspada.id, Senin (18/01).

”Alhamdulillah, dengan direhabilitasi saluran irigasi ini, para petani tidak lagi kesulitan untuk menggarap sawah akibat kekurangan air, jika selama ini yang tadinya kesulitan untuk menggarap sawah akibat kekurangan air, sekarang ini sudah kembali lancar,” katanya.

Dikatakannya lagi, semoga dengan adanya irigasi tersebut, kami dapat bertani satu tahun tiga kali menanam padi di kawasan Langsa Timur dengan harapan hasil panen dapat meningkat, harapnya.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Langsa, Rahmat Fauzi ST ketika dikonfirmasi Waspada menyebutkan, Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Buket Meutuah merupakan tipe A sedangkan di Gampong Matang Cengai tipe B dan C dengan nilai Rp3.264.883.372,30 yang dikerjakan oleh PT Desa Maju Indonesia telah sesuai spesifikasi teknik.

“Jika ada terjadi keretakan rambut, itu diakibatkan adanya pergeseran tanah sawah yang labil di belakang dinding saluran sebagai penahan beton pada sambungan besi. Walaupun demikian retak rambut itu tidak mempengaruhi fungsional saluran irigasi tersebut” jelasnya.

Dikatakannya lagi, kata Rahmat Fauzi, pihaknya telah mengintruksikan rekanan untuk segera memperbaiki keretakan rambut itu demi kesempurnaan pembangunan irigasi tersebut. Dan saat ini pihak pelaksana sedang memperbaiki keretakan rambut itu.

“Meskipun itu telah selesai dikerjakan oleh pihak rekanan, namun masih memiliki tanggung jawab pelaksana karena masih dalam masa pemeliharaan, dimana masa pemeliharaannya itu selama 180 hari lagi,” ujarnya.

Semoga dengan rampungnya saluran irigasi tersebut dapat mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian. Selain itu dapat mempermudah para petani untuk mengairi lahannya sebagai salah satu sarana pendukung ketahanan pangan.

Sehingga manfaat dari adanya pembangunan tersebut dapat langsung di rasakan oleh para petani maupun masyarakat sekitar, imbuh Rahmat Fauzi. (b24)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2