BIREUEN (Waspada): Para petani di sejumlah desa di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen, Aceh, meminta H Ruslan Daud (HRD) untuk menganggarkan dana guna normalisasi Waduk Paya Peuraden, di Desa Peuraden, Kecamatan Juli.
“Selama ini waduk paya Peuraden ini sering kekeringan karena sudah dangkal, sehingga petani tidak bisa mengairi air ke sawah, kami butuh bantuan HRD, kembali untuk mengusulkan dana agar mengeruk atau normalisasi waduk itu,” kata seorang warga Kecamatan Juli, Muhammad saat Kunjungan kerja (Kunker) dan Silaturahmi Anggota DPR RI Komisi V H.Ruslan M.Daud (HRD) dengan masyarakat Kecamatan Juli, Bireuen, Rabu (25/9) sore.
Menurutnya, Waduk Paya Peuraden yang memiliki luas mencapai 15 hektare itu mampu mengairi sawah seluas 530 hektare. Waduk tersebut sudah pernah dilakukan normalisasi pada tahun 2014 sekira 10 tahun yang lalu, saat itu H Ruslan Bupati Bireuen. Kini masyarakat di tempat tersebut kembali meminta HRD untuk membantu normalisasi waduk itu.
“Selama ini waduk paya Peuraden ini sering kekeringan karena sudah dangkal, sehingga petani tidak bisa mengairi air ke sawah, kami butuh bantuan HRD kembali untuk mengusulkan dana guna mengeruk atau normalisasi waduk ini,” harap Muhammad.
Menyahuti keluhan dan harapan petani di kecamatan tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H Ruslan M Daud menyampaikan, dirinya menyambut baik keluhan dan permintaan petani. Kata HRD, waduk tersebut memang sudah lama mengalami pendangkalan, sehingga perlu dilakukan normalisasi agar bisa mengairi sawah di Kecamatan Juli.
HRD menjelaskan, secara teknis atau aturannya waduk tersebut belum bisa menggunakan dana APBN, namun politisi terbaik PKB ini tetap mencari solusi untuk menyampaikan hal itu kepada menteri terkait di Jakarta.

“Bila dengan dana APBN belum bisa, masih bisa dicari solusinya melalui dana APBA atau APBK. Apalagi saat ini ada 9 kursi dewan PKB di DPRA dan 7 kursi di DPRK,” jelas HRD.
Dia juga menyebutkan, yang bisa menggunakan dana APBN normalisasi Irigasi Pante Lhong. “Untuk waduk Paya Peuraden kita sama-sama cari solusinya lewat APBA atau APBK, supaya bisa segera dikeruk guna menampung atau menyimpan air sebanyak-banyaknya sehingga dapat mengairi sawah warga di Kecamatan Juli dan sekitarnya,” sebut Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M.Daud.
Informasi yang diperoleh HRD dari petani setempat, Waduk Paya Peuraden itu sudah menjadi tempat penampung air untuk mengairi sawah petani di Kecamatan Juli sejak 1942, namun beberapa tahun terakhir ini air yang tersimpan di tempat tersebut sudah tidak mencukupi lagi untuk mengairi sawah di kawasan tersebut, sehingga perlu dilakukan normalisasi.
Waduk Paya Peuraden yang tidak jauh dari kawasan pegunungan arah sebelah selatan Kota Bireuen itu, merupakan satu-satunya sumber air bagi petani di sejumlah desa dalam kecamatan tersebut. (czan)