Waspada
Waspada » Petani Di Kabupaten  Tidak Kebagian Pupuk Subsidi
Aceh

Petani Di Kabupaten  Tidak Kebagian Pupuk Subsidi

Hafifuddin, 50, petani Meunasah Glok, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara sedang berada di lahan sawah yang akan ditanami padi pada musim tanaman rendengan tahun ini, Kamis (23/1). Para petani setempat mengeluh akibat kelangkaan pupuk subsidi di kabupaten penghasil pupuk tersebut. Waspada/Zainal Abidin
Hafifuddin, 50, petani Meunasah Glok, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara sedang berada di lahan sawah yang akan ditanami padi pada musim tanaman rendengan tahun ini, Kamis (23/1). Para petani setempat mengeluh akibat kelangkaan pupuk subsidi di kabupaten penghasil pupuk tersebut. Waspada/Zainal Abidin

LHOKSUKON (Waspada) : Pupuk subsidi untuk kebutuhan petani Wilayah Sumatera diproduksi PT.PIM di Aceh Utara. Ironisnya, memasuki musim tanam rendengan tahun 2020, sejumlah petani Aceh Utara mengakui tidak mendapat pupuk bantuan pemerintah tersebut.

Hafifuddin,50, petani Menasah Glok, Kecamatan Syamtalira Aron, Kamis (23/1) menjelaskan, petani setempat mulai memindahkan tanaman padi dari persemaian. Ketika memindahkan tanaman padi ke lahan tanama, petani sangat membutuhkan pupuk untuk penyuburan tanaman padi. Namun mereka kecewa, pupuk subsidi semakin sulit didapatkan di kios-kios penyaluran pupuk resmi. Sementara pupuk non-subsidi harganya lebih tinggi, sehingga memberatkan petani setempat.

Kelangkaan tersebut menurut Hafifuddin terjadi sejak tanaman padi masih di persemaian. Namun bibit padi di persemaian belum membutuhkan banyak pupuk, sehingga kelangkaan pupuk tidak terasa. “Ketika padi masih dipersemaian, pupuk subsidi sudah langkan, tapi ketika itu belum perlu banyak pupuk,” tambahnya.

Saat ini tanaman padi mulai dipindahkan dari persemaian, sehingga mereka membutuhkan pupuk urean dan SP36 dalam jumlah tidak sedikit.

Akibat kelangkaan pupuk subsidi, para petani terpaksa mengeluarkan biaya lebih besar. Kondisi tersebut sangat merugikan, karena petani masih butuh banyak biaya untuk kebutuhan anti hama selama perawatan padi. Menurut beberapa petani, harga urea non-subsidi di kawasan itu mencapai 280.000 per zak. “Sedangkan yang subsidi hanya Rp110.000,” kata Hafifuddin kembali.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Utara Muktar melalui Kabid Sarana dan Prasarana Erwandi menjelaskan, tahun ini pupuk subsidi untuk petani Aceh Utara mencapai 9.800 ton. Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun 2019, yaitu hanya 6.175 ton. Begitu juga dengan SP36, tahun ini mencapai 1.900 ton. Namun pihak dinas belum menerima informasi, jumlah pupuk yang sudah disalurkan.

Erwandi juga menjelaskan, kebutuhan pupuk untuk petani Aceh Utara belum terpenuhi dengan bantuan pupuk subsidi. Menurutnya, tahun ini hanya 53,07 persen pupuk subsudi tersedia, dibandingkan dengan luas lahan tanam padi di Kabupaten Aceh Utara.(b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2