Waspada
Waspada » Petani Cabai Aceh Utara Bertahan Dengan Modal Terbatas
Aceh

Petani Cabai Aceh Utara Bertahan Dengan Modal Terbatas

Waspada/Zainal Abidin Petani cabai Gampong Seulunyok, Kecamatan Nibong, Aceh Utara berhasil bertahan, meskipun modal terbatas, Kamis (3/12).

LHOKSUKON (Waspada): Petani cabai Gampong Seulunyok, Kecamatan Nibong, Aceh Utara mampu bertahan, meskipun modal terbatas.

Akibat pandemi Covid-19 harga kebutuhan petani meningkat, sehingga mereka kesulitan modal usaha.

Mulyadi,36, petani Seulunyok kepada Waspada, Kamis (3/12) mengakui telah lama menanam cabai. Namun karena terbatas modal, sehingga hasilnya juga minim.

“Ya, hanya cukup untuk biaya dapur,” sebut Mulyadi. Ketika tanaman cabai tidak terganggu hama dan penyakit, hasil panen memuaskan. Namun ketika diserang hama, mereka sering merugi.

Dalam beberapa bulan terakhir, menurut Mulyadi, harga kebutuhan petani meningkat.

“Pupuk mahal, dengan modal sedikit sulit kita beli,” jelasnya. Diantaranya, pupuk NPK yang sekarang mencapai Rp10.000 per kilogram. Bahkan ketika pupuk langka, harga pupuk tersebut lebih mahal.

Untuk bertahan dalam kondisi ekonomi tidak menentu, Mulyadi bersama sejumlah petani lain mengakui, berusaha mencari pupuk yang lebih efektif.

“Kita menggunakan pupuk urea, namun harus mencampur nutrisi tanaman Ground-E untuk mengantikan pupuk NPK,” jelasnya.

Kebun cabai seluas 2.500, telah berhasil dipanen. “Menurut perhitungan kami, selama 17 kali panen berhasil mendapatkan cabai 1.816 kg,” jelasnya.

Untuk memanen cabai, Mulyadi mepekerjakan sejumlah warga lainnya.

Sementara itu, Ketua LSM Flora dan Fauna (FloFa) Darwis Kuta menjelaskan, di masa pandemi Covid-19, petani harus pandai memilih kebutuhan yang efektif.

“Seperti yang dilakukan Mulyadi, karena pupuk NPK mahal dia memilih nutrusi tanaman,” jelasnya. Dengan menggunakan nutrisi jenis Ground-E, ternyata lebih murah karena menggandung unsur hara lengkap.

Selain itu, menggunakan nutrisi tanaman dapat menekan biaya penggunaan pupuk 50 sampai 70 persen.

LSM FloFa selama ini telah berkeja sama dengan berbagai pihak untuk membantu petani, selain petani cabai.

Seperti, bersama-sama Babinsa dari Korami membantu petani sawah di Aceh Utara. Kegiatan serupa juga dilakukan Lhokseumawe, Bireuen dan sejumlah kabupaten lainya.(b08)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2