Waspada
Waspada » Petani Aceh Singkil Dilatih Penanaman Sawit 
Aceh

Petani Aceh Singkil Dilatih Penanaman Sawit 

GM PT Musimas Rob Nicholas dan Earthqualizer Swisto Uwin memberikan pemaparan terkait agronomi kepada penyuluh pertanian Aceh Singkil, Kamis (18/2). Waspada/Arief H

 

SINGKIL (Waspada): Perkebunan kelapa sawit, merupakan salah satu komoditi unggulan, yang menjadi sumber mata pencaharian mayoritas masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil.

Sehingga untuk membantu penanaman berkelanjutan dan pengembangan tanaman kelapa sawit perlu pembinaan dan pelatihan, cara pengelolaan dalam penanaman yang baik, sesuai standar dan memiliki komitmen untuk recovery dan pemulihan lahan.

“Kita berikan pemahaman terkait agronomi kelapa sawit. Mulai penyiapan lahan, pengelolaan, pemupukan lahan, sampai pemanenan,” kata Sultainable Landscape Program- Earthqualizer, Swisto Uwin saat dikonfirmasi Waspada, di Aula Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Kamis (18/2).

Penerapannya, kami lebih menghubungkan dengan praktek agronomi dengan lingkungan.

Sehingga kedepannya, bagaimana agar kebun sawit rakyat tidak melanggar peraturan lingkungan dan statusnya legal, kemudian pada pasar global, produk kelapa sawit tidak mendapat kampanye negatif.

Melalui pelatihan ini diharapkan para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dapat mengaplikasikan kepada petani, mereka dapat memiliki komitmen untuk perbaikan dan agenda recovery pemulihan lahan kedepan, katanya.

Earthqualizer dalam kemitraan dengan PT Musim Mas, mengidentifikasi dan fokus pada petani kecil berprioritas tinggi berdasarkan penilaian risiko, yang melibatkan platform multi-stakeholder di kabupaten-kabupaten prioritas dan melihat pada kemungkinan intervensi lanskap.

Untuk pengelolaannya saat ini, perlu dilakukan skenario global. Sehingga harus memiliki inisiatif bahwa pengembangan kelapa sawit diarahkan pada prinsip pengelolaan yang berkelanjutan yang diperkuat dengan komitmen industri perkebunan kelapa sawit dengan kebijakan NDPE.

Kajian yang dilakukan tekait kebijakan NDPE (No Deforestation, Peat and Exploitation) secara prinsip menjawab soal keterlibatan semua pihak, termasuk perusahaan perkebunan kelapa sawit, pemerintah daerah, NGO dan para pihaknya lainnya untuk bisa berperan dalam penurunan laju deforestasi, menjaga fungsi gambut dan memberikan prinsip para pekerja dari perspektif HAM, ungkapnya.

Sementara itu, General Manager Divisi Petani PT Musim Mas, Rob Nicholas dalam pemaparannya menyampaikan, untuk membantu petani dalam perjalanan berkelanjutan dan mengatasi tantangan kepatuhan NDPE, pada fase sebelumnya, PT Musim Mas telah mengembangkan Extension Service Programme (ESP), yang terdiri atas tim agronomis, lingkungan dan ahli sosial yang memberikan konsultasi keberlanjutan untuk petani swadaya dari pabrik pihak ketiga.

Seiring meluasnya cakupan program petani sawit dari pabrik sendiri dan pabrik pemasok pihak ketiga, sehingga upaya terkoordinasi berdasarkan wilayah geografis atau tingkat kabupaten sangat penting.

Sehingga perlu diintegrasikan ke dalam program multi-stakeholder yang melibatkan pemerintah, LSM dan sektor swasta di tingkat kabupaten.

Dalam dukungan program inclusive Sustainable smallholders, mengintegrasikan program petani kecil dalam hubungan produksi dan proteksi.

Intervensi saat ini yakni legalisasi lahan petani dan pengelolaan masyarakat terhadap terhadap Sumber Daya Alam sebagai diversifikasi usaha petani dan masyarakat di pedesaan.

Upaya peningkatan kapasitas stakeholder ini menjadi kunci terkait praktek perkebunan yang baik sesuai dengan prinsip kelapa sawit berkelanjutan, serta upaya mengoptimalkan peran pemerintah dalam mengatur tata kelola perkebunan sawit petani kecil.

Maka sangat penting melibatkan pemerintah daerah melalui petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang merupakan petugas strategis dalam memfasilitasi petani dalam bentuk pendampingan dan pembinaan sebagai bagian dari proses akselerasi penerapan pratek perkebunan lestari di Kabupaten Aceh Singkil.

Sementara itu, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid melalui Kepala Dinas Perkebunan Aceh Singkil Zulkifli saat membuka Training Of Trainer Good Agricultural Practices (GAP) Perkebunan Kelapa Sawit untuk penyuluh pertanian Aceh Singkil, menyampaikan sangat berharap kerjasama dengan PT Musim Mas dan NGO Earthqualizer tersebut bisa berjalan dengan baik.

Sehingga kedepan SDM pertanian Aceh Singkil bisa menjadi lebih baik. Dan para penyuluh pertanian bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh kepada seluruh petani.

Dan para petani dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan merubah pola pengelolaan tatanan sawit menjadi lebih baik yang dapat disesuaikan dengan pelestarian alam, ucap Zulkifli.

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti sebanyak 83 penyuluh pertanian, yang dilaksanakan selama tujuh hari 18-25 Februari 2021, yang diakhiri dengan praktek langsung di perkebunan Socfindo Aceh Singkil. (b25)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2