Penjual Bendera Merah Putih Dari Bandung, Sepi Pembeli Di Tengah Pandemi Covid-19 - Waspada

Penjual Bendera Merah Putih Dari Bandung, Sepi Pembeli Di Tengah Pandemi Covid-19

  • Bagikan
Muliana, penjual bendera Merah-Putih berasal dari Bandung yang berjualan di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (14/8). Waspada/Muhammad Hanafiah
Muliana, penjual bendera Merah-Putih berasal dari Bandung yang berjualan di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (14/8). Waspada/Muhammad Hanafiah

 

Bendera yang dinamakan Sang Saka Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda. Setelah Perang Dunia II berakhir, Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera ini sebagai bendera Nasional Negara Indonesia.

Dulu kita bisa bersama
Dari cerita yang ada
Kita bisa saling percaya
Yakin dalam melangkah
Lewati badai sejarah
lusuhnya kain bendera
di halaman rumah kita
bukan satu alasan untuk kita tinggalkan
banyaknya persoalan yang datang takkenal kasian
menyerang dalam gelap

Penggalan lirik lagu Iwan Fals seperti tersebut di atas sangat tepat jika merekam kisah penjual “Bendera Merah Putih“ yaitu Muliana, 35, berasal dari Bandung (Jawa Barat) yang berjualan bendera jelang perayaan HUT ke-76 RI di Kabupaten Aceh Tamiang.

Lelaki yang mengaku sudah mempunyai empat orang anak dan seorang istri itu ketika ditanya Waspada.id, di lokasi dia menjajakan dagangannya di tepi jalan Ir. H. Juanda, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (14/8) menyatakan akibat dampak pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri, omzet penjualan bendera kurang bergairah.

Lelaki itu mengaku datang dari Bandung ke Aceh Tamiang dan menumpang di rumah teman di Karang Baru, Aceh Tamiang. “Minat warga untuk beli bendera sangat sepi mungkin karena masih suasana Covid-19 sehingga lagi sulit perekonomian dan kalaupun warga punya uang tentu akan digunakan untuk kebutuhan lainnya yang lebih penting dan mendesak,” ungkap Muliana.

Menurut Muliana, pada tahun yang lalu (2020) jelang HUT Kemerdekaan RI, dia berjualan bendera Merah Putih di Kota Bireuen. ”Hasilnya lumayan juga jualan bendera di Kota Bieruen pada tahun yang lalu,” kenang Muliana.

Pada tahun ini (2021), lanjut Muliana, dirinya datang lagi ke Aceh dan berjualan bendera di Aceh Tamiang. “Hasilnya kurang menggembirakan karena kurang laku,” ungkapnya seraya menambahkan tidak banyak warga Aceh Tamiang yang membeli bendera Merah Putih jelang 17 Agustus 2021.

Begitupun, ungkapnya lagi, masih tetap ada juga warga yang membeli bendera dan hasil jualan bendera bisa digunakan untuk keperluan biaya hidup bagi dirinya dan keluarganya.

“Alhamdullillah juga di Aceh Tamiang sudah beberapa hari tetapi masyarakat masih boleh berjualan mencari nafkah di tengah suasana Covid-19 tanpa ada batasan boleh jualan di sini. Kalau di Pulau Jawa sana memang sangat sulit jualan karena Covid-19,” ucapnya.

Lelaki itu juga menjelaskan harga bendera Merah Putih untuk backround perkantoran dijualnya senilai Rp200 ribu, sedangkan Merah Putih berukuran besar dijual Rp40 ribu per helai, ukuran sedang Rp30 ribu per helai dan ukuran kecil Rp20 ribu per helai.

“Masih ada waktu beberapa hari lagi untuk jualan bendera di Aceh Tamiang jelang 17 Agustus, semoga bisa banyak laku jualan bendera di lokasi ini,” ujarnya berharap seraya mengatakan harus tetap semangat meski saat ini perjalanan hidup sangat sulit di tengah suasana pandemi Covid-19, yang penting bendera Merah Putih masih bisa berkibar di Negeri ini.

Semangat Muliana mungkin boleh jadi seperti digambarkan oleh Grup Band Coklat yang merupakan salah satu kelompok Band yang digandrungi oleh anak-anak muda, juga tidak mau ketinggalan untuk merekam “Bendera Merah Putih” untuk digarap dalam lirik lagunya yang berjudul “Bendera”.

Sehingga Muliana bergerilya dari Jawa Barat pergi Ke Aceh untuk berjualan dan mengibarkan bendera Merah Putih di Aceh yang merupakan daerah paling ujung sebelah Barat Negara Indonesia.

Simak saja syair Band Coklat yang sangat sarat pesan moral kebangsaan Indonesia seperti yang tertulis di bawah ini.
biar saja ku tak seindah matahari
tapi selalu ku coba tuk menghangatkanmu
biar saja ku tak setegar batu karang
tapi selalu ku coba tuk melindungimu
biar saja ku tak seharum bunga mawar
tapi selalu ku coba tuk mengharumkanmu

biar saja ku tak seelok langit sore
tapi selalu ku coba tuk mengindahkanmu

ku pertahankan kau demi kehormatan bangsaku
ku pertahankan kau demi tumpah darah
semua pahlawan-pahlawanku
merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
ku akan selalu menjagamu
WASPADA/Muhammad Hanafiah

 

  • Bagikan