Waspada
Waspada » Penghubung Antar Kabupaten Masih Longsor
Aceh Headlines

Penghubung Antar Kabupaten Masih Longsor

Mobil double cabin melintasi titik longsor di jalan lintas Aceh Timur - Galus, persisnya di Desa Bunin, Kec. Serbajadi, Aceh Timur, baru-baru ini. Penghubung Antar Kabupaten Masih Longsor. Waspada/M. Ishak
Mobil double cabin melintasi titik longsor di jalan lintas Aceh Timur - Galus, persisnya di Desa Bunin, Kec. Serbajadi, Aceh Timur, baru-baru ini. Penghubung Antar Kabupaten Masih Longsor. Waspada/M. Ishak

 

IDI (Waspada): Meskipun kerap menjadi sorotan publik, namun longsor yang terjadi sepanjang jalan lintas Peunarun, Kabupaten Aceh Timur (Atim) hingga tembus ke Pining, Kabupaten Gayo Lues (Galus), belum tertangani dengan sempurna.

Bahkan puluhan titik didapati terjadinya tanah longsor. Selain itu juga jalan yang amblas juga mewarnai sepanjang jalan lintas provinsi itu mulai dari Kecamatan Peureulak Barat, Ranto Peureulak, Peunarun hingga ke Lokop.

Kendati kian membahayakan pengguna jalan dari dua arah, tetapi Pemerintah Aceh belum menyelesaikan pembangunan jalan antar kabupaten itu.

“Harusnya Pak Gubernur Aceh, lebih fokus ke jalan penghubung antara Aceh Timur dengan Gayo Lues ini, karena kondisi kerusakan semakin kritis,” kata Ketua LSM Komunitas Aneuk Nanggroe Aceh (KANa) Muzakir, kepada Waspada.id, Jumat (2/4).

Harusnya, Muzakir menyarankan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Aceh, segera menyikapi secara bijak dan segera mengambil langkah-langkah strategis dalam memperbaiki ruas jalan pasca terjadinya longsor di sejumlah titik.

“Kita minta Gubernur Aceh mengevaluasi kinerja UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah II Langsa, karena longsor dan jalan amblas kurang diresponnya,” ujar Muzakir, sembari mengaku, dalam sebulan terakhir jumlah titik longsor dan amblas yang terjadi sepanjang jalan di atas 20 titik.

Arjuna, warga Ranto Peureulak, kepada Waspada, secara terpisah menambahkan, kerusakan jalan lintas provinsi itu telah mencapai 65 kilometer, mulai dari Ranto Peureulak hingga ke Lokop.

“Jalan rusak seperti kubangan kerbau. Kondisi ini karena tonase truk yang lalu lalang setiap hari melebihi kapasitas. Kemudian jalan juga amblas dan perbukitan terjadi longsor hingga menutupi badan jalan. Bahkan lintas Atim – Galus, kerap putus,” demikian Arjuna. (b11).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2