Penghina Gubernur Divonis 18 Bulan Penjara
banner 325x300

Penghina Gubernur Divonis 18 Bulan Penjara

  • Bagikan
Abu Malaya, terpidana penghina Gubernur Aceh saat diringkus oleh Polres Pidie Jaya. Waspada/Ferizal Ghazali
Abu Malaya, terpidana penghina Gubernur Aceh saat diringkus oleh Polres Pidie Jaya. Waspada/Ferizal Ghazali

PIDIE JAYA (Waspada): Hina Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melalui media sosial (Medsos) RA alias Abu Malaya divonis 18 bulan penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasi Pidum, Dedy Syahputra, Rabu (19/5) mengatakan, vonis pidana yang dijatuhi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) setempat.

“Perkara Abu Malaya sudah ada putusan pengadilan, dia divonis 1 tahun 6 bulan, dan itu sesuai dengan tuntutan JPU,” kata Dedy Syahputra.

Sidang dengan agenda putusan atas perkara ujaran kebencian itu digelar dengan Ketua Majelis Hakim Deny Syahputra, dengan Hakim Anggota Ahmad Rizal dan Arif Kurniawan, pada Selasa (18/5).

Selain vonis hukuman badan, majelis hakim juga menjatuhi denda senilai Rp100 juta, subsider 2 bulan kurangan terhadap pengujar kebencian terhadap Gubernur Aceh tersebut.

Abu Malaya menyebutkan, Gubernur Nova Iriansyah sebagai Antek PKI dalam akun Facebooknya Abu Malaya pada Juni tahun lalu (2020). Namun, tak lama setelah mengunggah status Abu Malaya diringkus oleh Polres Pidie Jaya dan diserahkan ke Kejari Pidie Jaya.

Sempat Kabur

Saat menjadi tahanan Kejari Pidie Jaya, Abu Malaya sempat kabur pada 4 Oktober 2020 ketika diisolasi di Gedung Tgk Syik Pante Geulima karena hasil rapid tesnya reaktif.

Setelah empat bulan buron, 24 Maret 2020 Abu Malaya diringkus oleh tim Tabur Kejari Pidie Jaya di rumah orang tuanya di Desa Meue, Kec. Tringgadeng, Kab. Pidie Jaya.(b23)

 

  • Bagikan