Waspada
Waspada » Pengangkatan Guru Honor Jadi ASN, Solusi Atasi Kekurangan Guru Di Aceh Singkil
Aceh

Pengangkatan Guru Honor Jadi ASN, Solusi Atasi Kekurangan Guru Di Aceh Singkil

Ketua PGRI Aceh Singkil M Najur

SINGKIL (Waspada): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan, akan mengangkat para guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja.

Mendikbud menyebutkan, pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara besar-besaran ini melalui tahapan seleksi administrasi dan seleksi kompetensi, disebutkan akan merekrut hingga lebih satu juta orang pada 2021 mendatang.

Pengangkatan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membuka peluang bagi kalangan profesional, diaspora, hingga eks tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Ketua PGRI Aceh Singkil M Najur kepada Waspada, di Singkil Minggu (6/12) mengatakan, pernyataan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim membawa angin segar bagi Kabupaten Aceh Singkil.
Sebab dengan terangkatnya seluruh guru honorer maupun guru bakti di Aceh Singkil diharapkan kedepannya dapat mengatasi permasalahan kekurangan guru di Bumi Sekata Sepekat itu.

“Saat kunjungannya ke Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/11/2020) Mendikbud Nadiem Makarim menyebutkan, kuota formasi PPPK ini terbilang banyak untuk guru honorer, sampai satu juta lebih formasi,” ucap Najur.

Dengan diberikannya peluang tersebut, PGRI Aceh Singkil meminta pemerintah Aceh Singkil melalui BKPSDM harus bijak dalam mengusulkan formasi PPPK tersebut sesuai kebutuhan.

Kirim sebanyak-banyaknya sebab ini merupakan satu-satunya peluang bagi guru honorer terutama yang telah berumur 35 tahun. Mereka sudah puluhan tahun berbakti, tentu kebijakan ini merupakan salah satu upaya dalam menghargai bakti mereka.

Kami juga minta agar PPP3 tidak hanya untuk guru yang memiliki ijazah sarjana S1, namun tetap diberikan formasi bagi guru yang belum memiliki ijazah sarjana. Agar mereka memiliki kesempatan yang sama.
Atau sebisa mungkin dialihkan menjadi tenaga tata usaha, tentu formasi tata usaha juga harus di buka oleh Pemkab Aceh Singkil.

Atau jika memang tetap bertahan menjadi guru agar dapat kiranya melanjutkan kuliah S1 yang linier, sehingga ketika ada kebijakan pemerintah seperti PPPK ini dan kebijakan lainnya, para guru tidak terbentur persyaratan, harap Najur.

Begitupun pihak BKPSDM harus berkoordinasi dan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil, serta Kemenag Aceh Singkil, untuk mengusulkan formasi yang disesuaikan kebutuhan daerah. Sebab yang memahami jumlah kebutuhan dan formasi guru adalah Disdikbud dan Kemenag yang menangani sekolah madrasah.

Najur menambahkan, terwujudnya seleksi guru honorer untuk diangkat menjadi PPPK ini adalah merupakan perjuangan Pengurus Besar PGRI di Jakarta. Sebab mereka terus mendesak pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada guru honorer terutama usia 35 tahun ke atas yang tidak memungkinkan lagi diangkat menjadi PNS.

Meski pembayaran honor yang sama dengan PNS, namun PPPK tidak tersedia dana pensiunannya.
Untuk itu PGRI pada semua tingkatan, akan terus mengawal rekrutmen PPPK, semoga saja dengan dibukanya formasi PPPK ini mampu menutupi kekurangan guru di setiap daerah terutama Aceh Singkil, harapnya.

“Semua guru honorer mulai sekarang harus mempersiapkan diri. Cari bahan-bahan yang relevan dengan tes yang akan dilaksanakan, sebab ujiannya terbilang sulit,” pesan Najur.

Najur menambahkan, sebanyak 445 guru honor yang telah terdaftar dalam data pokok pendidik (Dapodik). Dan bisa lebih banyak lagi jumlah guru yang belum masuk dalam Dapodik.

Sehingga guru yang belum masuk Dapodik tidak perlu kecil hati. Sebab tetap bisa mengikuti seleksi, asalkan memiliki sertifikat lulusan pendidikan profesi guru (PPG).

Najur menyebutkan, menurut Mendikbud ada dua kriteria yang dapat mengikuti seleksi PPPK. Pertama, guru honorer yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta yang terdaftar di Dapodik.

Kedua adalah lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang saat ini tidak mengajar, bebernya. (B25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2