Penetapan Pemenang Proyek Rp24 Miliar Di Simeulue, Disanggah

- Aceh
  • Bagikan
Resi pengiriman sanggahan dari PT Atas Mulia Mandiri. Foto diterima Selasa (13/7). Penetapan Pemenang Proyek Rp24 Miliar Di Simeulue, Disanggah. Waspada/Ist
Resi pengiriman sanggahan dari PT Atas Mulia Mandiri. Foto diterima Selasa (13/7). Penetapan Pemenang Proyek Rp24 Miliar Di Simeulue, Disanggah. Waspada/Ist

BANDA ACEH (Waspada): PT. Araz Mulia Mandiri dan PT. Putra Ananda sanggah keputusan Pokja LI-SML/2021 perihal penetapan pemenang paket peningkatan jalan Simpang Serafon-Patriot (Simeulue) kode tender 2169383 dengan nilai pagu sekitar Rp24 miliar.

PT. Araz Mulia Mandiri dalam surat protes/keberatan yang copyan PDFnya dikirim ke Waspada.id tertanggal 12 Juli 2021 ditandatangani Direktur Cabang PT Mulia Araz Mandiri untuk Simeulue Suprianto menyebutkan upaya sanggah adalah sesuatu hak.

Menurutnya, peserta yang merasa dirugikan, sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia No. 12 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pelaksanaaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia; Point 4.2.13.

Dalam sanggahannya yang terdiri beberapa halaman disertai sejumlah argumen dan pasal-pasal yang ada dalam aturan, PT. Araz Mulia Mandiri menyatakan sebagai salah satu peserta tender dengan urutan harga penawaran paling rendah menyanggah karena telah terjadi penyimpangan oleh Pokja LI yang merugikan mereka selaku rekanan.

Yakni, pelanggaran terhadap ketentuan dan prosedur.yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 beserta perubahan dan turunannya, Perpres No. 12 Tahun 2021, Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021 dan segala aturan serta petunjuk yang telah ditetapkan dalam Model Dokumen Pemilihan No. 2169383/35.3/POKJA LI-SML/2021 tanggal 17 Juni 2021 yang sebagai acuan.

Kemudian alasan lain menurut PT. Araz. Mulia Mandiri, penyalahgunaan wewenang oleh Pokja LI dan atau Pejabat yang berwenang lainnya. Adapun indikasi penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang telah dilakukan oleh Pokja Pemilihan (Pokja LI-SML) ada beberapa poin penting.

Satu di antaranya soal dalil Pokja (Pokja LI) menggugurkan penawaran PT. Araz Mulia Mandiri dengan alasan, peralatan utama yang disampaikan jenis dump truck BK 9802 DA, BK 9442 DD dan BK 9443 DD bukan atas nama pemberi sewa.

Menurut PT. Araz Mulia Mandiri dengan alasan pengguguran di atas menunjukkan bahwa Pokja tidak melakukan evaluasi dokumen penawaran dengan berpedoman dan mengacu kepada Model Dokumen Pemilihan (MDP) No.2169383/35.3/POKJA LI-SML/2021 tanggal 17 Juni 2021.

Padahal ditegaskannya, MDP tersebut adalah sebagai Model Dokumen Pelelangan (MDP) untuk paket pekerjaan Peningkatan Jalan Simpang Serafon-Patriot (sta0+000+6+435) sumber (DOKA).

Lebih lanjut katanya pada Point 28. Evaluasi Dokumen Penawaran, Halaman 29 Dalam MDP tersebut, Sub Poin (28.12) Evaluasi Teknis Huruf b. Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur dengan ketentuan: Point 2, bahwa Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana tercantum dalam Lembaran Dokumen Penawaran (LDP), apabila: b) Peralatan utama yang ditawarkan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP.

Kemudian dengan ketentuan: (pada halaman 33). b) Dalam hal peserta menyampaikan bukti kepemilikan peralatan yang berupa sewa bukan atas nama pemberi sewa, bukti tersebut tidak menjadi hal yang menggugurkan pada saat evaluasi.

Di pihak lain PT. Putra Ananda yang juga melakukan penyanggahan atas penetapan pemenang tender dengan kode tender yang sama dengan yang disangga oleh PT. Araz Mulia Mandiri menyatakan karena merasa dirugikan oleh Pokja LI.

Di antara sekian banyak poin sanggahan oleh PT. Putra Ananda sebagaimana dalam uraian sanggahan yang tembusannya dilayangkan ke Waspada.id yakni soal indikasi adanya dugaan kongkalikong antara Pokja LI dengan perusahaan yang dimenangkan.

Ditengarai dengan modus membiarkan kekurangan pengisian data pekerjaan yang sedang berjalan bagi perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang padahal itu jelas tidak boleh karena diatur dalam aturan yang dipersyaratkan dalam tender proyek kode 2169383.

Kepala Unit Pengadaan Barang & Jasa (UPBJ) Pemerintah Kabupaten Simeulue, Tamsil yang dikonfirmasi Waspada.id, Selasa (13/7) malam ba’da Magrib melalui seluler menyatakan pihaknya baru mendapat informasi ada satu perusahaan yang menyanggah penetapan pemenang.

“Yang saya tahu baru satu perusahaan yang ada menyanggah. Kebetulan ada dikirim juga ke WA saya, boleh dikatakan tembusannya. Atas nama perusahaan PT. Araz Mulia Mandiri,” jawabnya.

Sementara ditanya tentang sanggahan dari PT. Putra Ananda Tamsil menyatakan belum mengetahuinya dan juga belum mendapatkan laporan dari Pokja LI.

Diminta konfirmasi detail sebagai yang membawahi Pokja LI Simeulue, Tamsil mengaku belum bisa menjawab secara rinci karena semua prosesnya menunggu waktu yang ditentukan.

Kemudian katanya lagi yang menjawab sanggahan dari rekanan itu nantinya adalah Pokja namun dia akan memantau, kecuali ada laporan dari Pokja LI dan hal perlu ditindaklanjuti lebih khusus maka bisa jadi kata Tamsil APIP sebagai penilaiannya.(b26)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.