Penegak Hukum Di Pidie Diingatkan Tidak Pilih Kasih Tangani Korupsi Dana Gampong - Waspada
banner 325x300

Penegak Hukum Di Pidie Diingatkan Tidak Pilih Kasih Tangani Korupsi Dana Gampong

  • Bagikan
Muharamsyah, SH pemerhati hukum dan sosial, Kabupaten Pidie. Selasa (28/1) Waspada/Muhammad Riza
Muharamsyah, SH pemerhati hukum dan sosial, Kabupaten Pidie. Selasa (28/1) Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Institusi penegak hukum di Kabupaten Pidie, diingatkat tidak pilih kasih dalam menangani perkara dugaan korupsi dana gampong.

“Dalam semangat pemberantasan korusi, khususnya dana gampong di Kabupaten Pidie, mestinya institusi aparat penegak hukum dapat memproses laporan dugaan korupsi dengan sikap tidak pilih-pilih kasih,” kata Muharamsyah, SH, pemerhati hukum dan sosial di Kota Sigli, Selasa (28/1).

Menurut dia, dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, institusi aparat penegak hukum di daerah itu ditengarainya bersikap pilih-pilih kasih.

Di mana ketika ada dugaan korupsi di gampong di luar Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli, aparat penegak hukum sangat cepat melakukan proses pemeriksaan.

Tetapi khusus Gampong Blang Asan sangat spesial, meskipun aparat penegak hukum telah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Kabupaten Pidie, tetapi sejauh ini kata Muharamsyah belum ada proses hukum secara serius.

“Berdasarkan hasil LHP Inspektorat Kabupaten Pidie yang telah disampaikan juga kepada Kejari Pidie dan Polres Pidie, itu APBG Blang Asan, Kota Sigli ada temuan senilai Rp106 juta, sudah dikembalikan sekira Rp23 juta sekian, oleh Keuchik dan senilai Rp82 juta, itu sisanya. Artinya ini ada temuan dan temuan ini harus ditidaklanjuti oleh institusi penegak hukum,” katanya.

Menurut Muharamsyah, berdasarkan LHP itu mestinya aparat penegak hukum sudah dapat memproses dugaan korupsi di Gampong Blang Asan, berdasarkan LHP dari Inspektorat.

Ini mesti ditindaklanjuti supaya adanya pemberlakuan hukum yang sama bagi setiap warga negara.

“Jadi jangan giliran keuchik di Tiro, diproses, Keuchik di Laweung diproses, dan giliran di Gampong Blang Asan, Kota Sigli yang kita ketahui bersama bahwa kantor dan rumah aparat penegak hukum berada dalam Gampong Blang Asan, ini tidak dilakukan proses hukum. Jangan sampai, ini muncul prasangka buruk terhadap pemimpin-pemimpin kita, karena rumah atau tempat tinggalnya banyak berada di Gampong Blang Asan, sehingga kasus dugaan korpsi dana gampong Blang Asan tidak tersentuh hukum,” katanya.

Muharamsyah menekankan, semua elemen masyarakat bisa berperan dalam upaya pemberantasan korupsi . Dirinya sangat mendukung pemberantasan korupsi harus sampai ke akar-akarnya.

Dalam semangat pemeberantasan korupsi dana gampong di Kabupaten Pidie. Disaat Inspektorat sudah melimpahkan LHP nya kepada aparat penegak hukum.

Aparat penegak hukum selanjutnya jangan hanya berkutat pada LHP satu orang itu saja, tetapi harusnya LHP itu dikembangkan lebih detil, karena tidak tertutup kemungkinan terlibatnya aparatur-aparatur gampong lainnya.

Bahkan juga ada kemungkinan bukan pada tahun 2017 saja ditemukan terjadinya kerugian negara, namun juga bisa kemungkinan pada tahun tahun sebelumnya.

“Bisa sajakan, dana tahun 2015 digunakan untuk kegiatan 2016, dan seterusnya dan seterusnya,” kata Muharanmsyah. (b10)

  • Bagikan