Waspada
Waspada » Pemuda Berpedang Akhirnya Ditangkap Polisi
Aceh Headlines

Pemuda Berpedang Akhirnya Ditangkap Polisi

Dalam konferensi pers, Senin (25/1), Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya menunjukkan sebuah pedang beserta sarungnya yang digunakan pelaku ZF, 26 menyerang petugas di Gampong Geulumpang. Pemuda Berpedang Akhirnya Ditangkap Polisi. Waspada/Zainuddin Abdullah
Dalam konferensi pers, Senin (25/1), Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya menunjukkan sebuah pedang beserta sarungnya yang digunakan pelaku ZF, 26 menyerang petugas di Gampong Geulumpang. Pemuda Berpedang Akhirnya Ditangkap Polisi. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Seorang pemuda yang menyerang dan membubarkan petugas gabungan di Gampong Geulumpang Kec. Meurah Mulia Kab. Aceh Utara, ZF, 26, Senin (25/1), akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Lhokseumawe ketika sedang melaut.

Hal itu diungkapkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto bersama Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Yoga Panji Prasetya dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna Mapolres setempat.

Dikatakannya, kasus penyerangan dilakukan ZF, pemuda berpedang, terjadi pada Jumat (8/1) lalu sekira pukul 22:00 di depan sebuah Warung Gampong Geulumpang Kec. Meurah Mulia Kab. Aceh Utara.

Ketika itu, ZF mengamuk sambil membawa sebilah pedang panjang membubarkan patugas gabungan terdiri dari Babinsa TNI, Polsek Meurah Mulia, Geusyik Geulumpang Tuddin dan aparatur desa lainnya. Padahal petugas hendak mensosialisasikan qanun gampong melarang anak-anak di bawah umur bermain Wifi di atas jam 21:30.

Karena ada penyerangan akhirnya petugas membubarkan diri dan kucar-kacir menyelamatkan diri mengingat pelaku mengamuk dengan membabi-buta. Namun satu polisi Aipda Saragih terjatuh hingga mendapatkan serangan dari pelaku yang menggunakan pedang dan menghancurkan mobil patroli.

Kemudian pelaku ZF, pemuda berpedang tersebut, kembali lagi menganiaya korban yang sudah tidak berdaya sampai merampas satu unit handphone lalu dalam pengejaran polisi pelaku meninggalkan pedangnya dan berlalu pergi tanpa diketahui keberadaannya.

“Pelaku menyerang korban sambil berteriak, ‘kubunuh kau’ beberapa kali. Lalu pergi menakuti yang lain hingga kembali lagi untuk menganiaya korban. Hingga korban mengalami luka memar di bagian perut kanannya,” paparnya.

Setelah hampir satu pekan lebih menghilang, Kapolres menyebutkan karena anggota terus bekerja maksimal, akhirnya berhasil mendeteksi keberadaan pelaku di kawasan Gampong Ule Lam Pulo Kec. Kuta Alam Kab. Aceh Besar. Ternyata selama ini dalam pelariannya ZF justru bekerja dengan melaut di perairan Gampong Ule Lam Pulo.

Akhirnya, dengan sigap petugas meringkus pelaku yang baru saja pulang melaut tanpa bisa melakukan perlawanan.

Pada kesempatan itu, pelaku ZF dihadirkan dalam konfrensi pers dengan menggunakan seragam tahanan dan tangan diborgol. Kemudian Kapolres berdialog dengan pelaku dengan mempertanyakan apa alasannya menyerang petugas gabungan dengan pedangnya.

Pelaku ZF menjawab bahwa dirinya tidak suka dengan petugas gabungan yang mengekang kebebasan anak-anak bermain internet hingga larut malam. Sehingga membubarkan kegiatan petugas gabungan dengan sebuah pedang yang dilepas dari sarungnya.

ZF juga mengakui dirinya juga adalah pemakai Narkoba hingga sering loss control dan bertindak brutal. Mendengar jawaban tersebut, Kapolres pun memerintahkan anggota Satnarkoba untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dan tes urine.

Akibat perbuatannya itu, kini pelaku dijerat Pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 ke 1e, ke 2e subs pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat RI no 12 tahun 1951 sub pasal 351 KUHpidana. Maka pelaku dikenakan hukuman paling lama 12 tahun penjara dan 10 tahun atas kepemilikan senjata tajam. (b09)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2