Waspada
Waspada » Pemkab Pidie Dukung Program Budidaya Bawang Merah Ramah Lingkungan
Aceh Ekonomi

Pemkab Pidie Dukung Program Budidaya Bawang Merah Ramah Lingkungan

Bupati Pidie Roni Ahmad, biasa disapa Abusyik didamping Ir Zakaria menyemai bibit bawang merah di Kemukiman Swiek, Kecamatan Indrajaya, Senin (14/9). Pemkab Pidie Dukung program budidaya bawang merah ramah lingkungan. Waspada/Muhammad Riza
Bupati Pidie Roni Ahmad, biasa disapa Abusyik didamping Ir Zakaria menyemai bibit bawang merah di Kemukiman Swiek, Kecamatan Indrajaya, Senin (14/9). Pemkab Pidie Dukung program budidaya bawang merah ramah lingkungan. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Pemkab Pidie sangat mendukung program budidaya bawang merah dengan pola ramah lingkungan, seperti dilakukan Ir Zakaria bersama warga Kemukiman Swiek, Kecamatan Indrajaya.

“Kami mendukung sepenuhnya, dan apapun yang dibutuhkan dalam usaha budidaya bawang merah yang dilakukan Ir Zakaria bersama warga Swiek” kata Bupati Pidie Roni Ahmad, alias Abusyik disela-sela melakukan penanaman perdana bawang merah di Kemukiman Swiek, Kecamatan Idrajaya, Senin (14/9).

Kata Abusyik, melalui kegiatan ini diharapkan menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat gampong di tengah masa pandemi Covid-19. Saat ini kata Abusyik, budidaya bawang merah itu dilakukan di atas lahan seluas 5 hektare. Sejalan dengannya sebut dia, akan ditanam lagi seluas lima hektare lagi hingga mencapai 10 hektare.

Dalam kesempatan itu, Abusyik memberi apresiasi kepada Ir Zakaria. Sebagai seorang pengusaha kelahiran Pidie, Zakaria mengajak masyarakat setempat dengan memanfaatkan lahan tidur agar produktif dengan dengan menanam bawang merah yang aman dikonsumsi karena tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida.

Dalam kesempatan itu Bupati Pidie Roni Ahmad dan Pemkab Pidie, turut membantu memberikan pupuk organik untuk digunakan warga Swiek dalam membudidayakan bawang merah.

Ir Zakaria dalam kesempatan itu menjelaskan tahapan pengembangan bawang merah di Kemukiman Swiek, Kecamatan Indrajaya, semi tehnologi. Karena yang dihadapi masyarakat saat ini, sebut dia ada tiga hal, permodalan, tehnologi, dan menjamin pasar. “Budidaya bawang merah ini, bukan saja dilakukan di Swiek, tetapi juga di Keumala, Pidie” katanya.

Dalam mengembangkan pembudidayaan bawang merah ini, lanjut dia para petani tidak dirugikan. Keterbatasan para petani, yaitu permodalan, pengetahuan dan pasar maka dengan adanya tiga akses ini, peningkatan perekonomian masyarakat akan dapat ditingkatkan walaupun para petani yang terlibat ini bukan pemilik lahan. (b06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2