Waspada
Waspada » Pemkab Pidie Didesak Realisasikan Dana Tanggap Darurat Penanganan Wabah Corona
Aceh

Pemkab Pidie Didesak Realisasikan Dana Tanggap Darurat Penanganan Wabah Corona

Wakil Ketua DPRK Pidie Fadli A Hamid didampingi Anggota Komisi II DPRK Pidie Syarifuddin saat menerima Waspada di ruang kerjanya di Gedung DPRK Pidie. Selasa (24/5). Waspada/Muhammad Riza
Wakil Ketua DPRK Pidie Fadli A Hamid didampingi Anggota Komisi II DPRK Pidie Syarifuddin saat menerima Waspada di ruang kerjanya di Gedung DPRK Pidie. Selasa (24/5). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Pemerintah Kabupaten Pidie didesak segera gunakan dana belanja tidak terduga dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie tahun anggaran 2020 senilai Rp5,3 miliar, untuk mempercepat penanganan penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Kami mendesak Pemkab Pidie segera realisasikan dana penanggulangan bencana yang ada pada Pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, berupa dana belanja tak terduka senilai Rp5,2 M,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Fadli A Hamid didampingi anggota Komisi II Syarifuddin di Gedung DPRK Pidie. Selasa (24/3).

Menurut dia, upaya keselamatan dan menyelamatkan masyarakat menjadi prioritas alasan penggunaan dana tidak terduga yang ada dalam APBK Pidie tahun 2020. Prinsipnya harus ada dukungan anggaran yang memadai untuk mendukung operasi penanganan dan pencegahan virus Corona atau COVID-19.

Menurut dia, dana ini sangat mendesak untuk segera digunakan oleh sejumlah instansi, diantaranya Dinas Kesehatan, RSUD Tgk Chik Ditiro, RSUD Tgk Abdullah Syafii Beureunuen dan TNI/Polri.

Menurut dia, masing-masing lembaga ini apabila sudah membuat kebutuhan dan segera disalurkan anggarannya meskipun harus melalui proses, tetapi perlu dipercepat karena kondisi saat ini sedang darurat.

“Sekarang ini yang menjadi keluhan para petugas medis kita adalah Alat Pelindung Diri (APD) saja belum ada. Misal baju Azmat. Ini sangat mendesak. Dokter dan perawat sangat khawatir, Satgas Corona belum bisa buat apa-apa, mereka masih saja buat rapat dan rapat sedangkan actionnya belum bisa dilakukan,” papar Fadli.

Dengan sudah adanya anggaran, masing-masing lembaga dapat segera melakukan kegiatan dalam rangka memutuskan mata ratai penyebaran virus corona tersebut. Misalnya melakukan penyemprotan desinfektan.

Karena itu pihaknya mendesak Pemkab Pidie agar segera mempersiapkan APD bagi tenaga medis, Pemda segera membuat surat keputusan untuk menutup sementara Warkop, Cafe, tempat wisata, warung internet dan lainnya, menghentikan sementara kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

Selanjutnya segera melakukan disinfektan terhadap fasilitas publik serta melakukan imbauan pencegahan covid-19 melalui spanduk, baliho dan memasang iklan penyuluhan masyarakat di radio-radio sisra swasta maupun milik pemerintah yang ada di Kabupaten Pidie.

“Tentunya ini perlu biaya dan hal ini mendesak untuk kita lakukan sekarang, kita jangan Underestimate menghadapi covid 19. Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak. Nasib rakyat menjadi tanggungjawab pemimpin. Uang rakyat kita gunakan segera untuk kepentingan rakyat,” tegasnya. (b10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2