Pemkab Aceh Utara Gagal Atasi Kemacatan Jalinsum - Waspada

Pemkab Aceh Utara Gagal Atasi Kemacatan Jalinsum

- Aceh
  • Bagikan
Kemacetan terjadi akibat sebuah mobil mogok di Jalan Lintas Sumatera yang sempit, kawasan Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Jumat (2/4). Selain jalan terlalu sempit, jembatan alternatif milik PT. KAI juga telah rusak, sehingga kemacatan semakin sering terjadi. Pemkab Aceh Utara Gagal Atasi Kemacatan Jalinsum. Waspada/Zainal Abidin
Kemacetan terjadi akibat sebuah mobil mogok di Jalan Lintas Sumatera yang sempit, kawasan Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Jumat (2/4). Selain jalan terlalu sempit, jembatan alternatif milik PT. KAI juga telah rusak, sehingga kemacatan semakin sering terjadi. Pemkab Aceh Utara Gagal Atasi Kemacatan Jalinsum. Waspada/Zainal Abidin

 

LHOKSUKON (Waspada): Pemerintah Kabupaten Aceh Utara gagal mengatasi kemacatan di jalan lintas Sumatera (Jalinsum), kawasan Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Kerusakan jembatan alternatif, disinyalir penyebab kemacatan semakin sering terjadi.

Jalan Medan – Banda Aceh di kawasan Pasar Geudong, Aceh Utara sering terjadi antrian kendaraan. Kondisi jalan yang sempit penyebab kemacatan di jalan negara tersebut. Menurut tokoh warga Samudera, H.M.Yusuf Hasan kepada Waspada.id, Jumat (2/4) Jalinsum di sana terlalu sempit. “Sangat sempit jalan di sana, sehingga sering macat,” jelasnya.

Antrian kendaraan semakin parah akibat jembatan penyeberangan alternatif telah rusak. Jembatan milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang berada di samping jembatan utama jalur Jalinsum juga sulit dilintasi. Lantai kayu telah lapuk, sehingga sepanjang jembatan berlubang. “Warga takut melintas akibat sudah sering jatuh,” tambah M.Yusuf Hasan.

Sebelumnya, jembatan di Gampong Mancang itu, selalu ramai dilintasi para pelajar, pedagang kecil dan ibu rumah tangga. Mereka memilih melintasi jembatan tersebut, untuk menghindari lalu lintas yang sering padat di jembatan utama. “Warga, diantaranya pelajar sering melintasi jembatan ini,” tambah M. Husni, 41, pedagang ayam di kawasan lokasi jembatan.

Dia juga menjelaskan tentang sejumlah kecelakaan yang terjadi akibat kerusakan jembatan. Diantaranya, seorang pelajar SD dari Gampong Menasah Mancang. Saat pulang sekolah, dia melintasi jembatan tersbut. Korban terperosok lubang lantai yang rapuk. Kemudian korban terjatuh ke dalam sungai. “Korban selamat, karena ada warga yang melihat dan mengangkat korban yang dibawa arus,” tambah M. Husni.

Korban lainnya, warga Gampong Kumbang Teupin Punti, Syamtalira Aron. Sementara dua hari lalu, warga penyandang tunanetra juga terperosok, namun berhasil diselamatkan warga sekitarnya.(b08)

 

  • Bagikan