Pemkab Abdya Sediakan Biaya Bongkar Bangunan Jalan Dua Jalur

Pemkab Abdya Sediakan Rp850 Juta Biaya Bongkar Bangunan Untuk Pembangunan Jalan Dua Jalur

- Aceh
  • Bagikan
Kadis PUPR Abdya Ir Moch Tavip MM. Pemkab Abdya sediakan Rp850 juta biaya bongkar bangunan untuk pembangunan jalan dua jalur. Waspada/Syafrizal
Kadis PUPR Abdya Ir Moch Tavip MM. Pemkab Abdya sediakan Rp850 juta biaya bongkar bangunan untuk pembangunan jalan dua jalur. Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya), sediakan anggaran sebesar Rp850 juta, bersumber dari APBK tahun 2020, untuk biaya bongkar bangunan yang terimbas pembangunan jalan dua jalur, di ‘Nanggroe Breuh Sigupai’ itu.

Sebagaimana diketahui, di Kabupaten pemekaran dari Aceh Selatan ini, selama dua tahun terakhir, sedang dilaksanakan pembangunan jalan dua jalur.

Untuk tahun pertama 2019 lalu, disebut dengan tahap I, pembangunan jalan dua jalur ini berawal dari jembatan Desa Pulau Kayu, hingga depan SMKN 1 Abdya, Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh. Dengan panjang 1 kilometer, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp12 milyar, sumber APBN tahun 2019.

Kemudian tahap II pada tahun 2020 ini, pembangunan jalan dua jalur itu meliputi kawasan Desa Ujung Padang Kecamatan Susoh, tepatnya dari depan SMKN 1 Abdya, hingga kawasan Ikue Lueng Kecamatan Jeumpa, sepanjang 1,5 kilometer. Dengan besaran anggaran Rp19,5 milyar, sumber APBN 2020.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya Ir Moch Tavip MM, Senin (24/8) di kantor PWI Abdya, sejauh ini belum ada kendala yang berarti dari proses pembangunan jalan dua jalur dimaksud. Baik itu dalam pekerjaan jalan, maupun pembongkaran bangunan yang terimbas dari proyek itu.

Damija

Karena katanya, pembongkaran bangunan milik masyarakat yang berada di kawasan Damija (daerah milik jalan), sudah dibiayai oleh Pemkab Abdya. Di mana tambahnya, Pemkab Abdya sudah menyediakan anggaran untuk biaya bongkar sebesar Rp850 juta, sumber APBK tahun 2020.

Dilanjutkan, ada puluhan bangunan rumah, teras rumah hingga pagar milik masyarakat, mulai dari pinggir jalan Desa Ujung Padang hingga ke Desa Ikhue Lhueng, yang harus dibongkar untuk keperluan perluasan jalan.

“Biaya bongkar itu bertujuan membantu meringankan beban masyarakat, sehingga dalam proses pembangunan jalan ini, tidak terhambat oleh bangunan milik masyarakat, yang berada dalam kawasan daerah milik jalan. Hal serupa juga dilakukan saat pembangunan jalan dua jalur tahap pertama tahun 2019 lalu,” ungkap Tavip.

Tavip menyebutkan, dalam aturannya tidak ada ganti rugi, namun pihak Pemkab Abdya hanya menyediakan biaya bongkar, mengingat teras, pagar dan rumah masyarakat itu, masuk dalam Damija.

Mengenai besaran biaya bongkar yang dibantu untuk masing-masing rumah warga, tergantung bentuknya. Namun hal itu akan dihitung oleh tim independen dari Pemkab Abdya.

“Jumlah masyarakat yang membongkar bangunan itu sebanyak 22 orang. Sedangkan besaran uangnya bervariasi, mulai Rp500 ribu, hingga Rp5 juta,” pungkasnya.(b21)

 

 

  • Bagikan