Pemerkosa, Penculik Dan Penjudi Ditangkap

Pemerkosa, Penculik Dan Penjudi Ditangkap

  • Bagikan
KONFERENSI PERS: Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, memperlihatkan para pelaku dan barang bukti dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Timur, Selasa (21/9). Waspada/M. Ishak
KONFERENSI PERS: Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, memperlihatkan para pelaku dan barang bukti dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Timur, Selasa (21/9). Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur, berhasil mengungkap tiga kasus kejahatan dalam wilayah hukumnya yakni pemerkosa, penculik dan penjudi.

“Kasus yang diungkap kejahatan perkosaan terhadap anak di bawah umur. Pelaku adalah pacarnya korban,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmud Hari Sandy Sinurat SIK, kepada Waspada.id, Rabu (22/9).

                                             

Pelaku berinisial MZ, 19, asal Pante Bidari, Aceh Timur. Pelaku yang berprofesi sebagai sopir itu ditangkap di salah satu tempat persembunyiannya di Lhoknibong, Senin (23/9) dini hari. Pelaku ditangkap setelah mendapat laporan dari keluarga korban usai melakukan pemerkosaan.

“Perbuatan pelaku melanggar Pasal 50 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dan atau pasal 34 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman uqubat ta’zir paling banyak 150 kali cambuk atau denda paling banyak 2.000 gram emas murni atau penjara 200 bulan,” terang Sandy.

Pelecehan

Selain menangkap pelaku pemerkosaan, Satreskrim Polres Aceh Timur juga mengungkap kasus tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur lainnya. Pelaku MS, 42, warga Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Upaya pelecehan seksual terhadap AA, 13, warga Aceh Utara.

“Modus MS membantu AA yang kabur dari rumahnya,” kata kapolres, seraya menambahkan, pelaku MS ditangkap di salah satu tempat persembunyiannya di Pante Bidari, Aceh Timur, Selasa (13/7) lalu.

Pelaku MS melanggar pasal 47 Nomor 6 Tahun 2014 tentang jarimah pelecehan seksual tentang hukum jinayat dan atau pasal 34 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman uqubat ta’zir paling banyak 90 kali cambuk atau denda paling banyak 900 gram emas murni atau penjara 90 bulan.

Penculikan

Pihaknya juga mengungkap kasus tindak pidana penculikan yang terjadi di Desa Lhok Seuntang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (16/9). Empat pelaku masing-masing berinisial AF, 24, warga Idi Rayeuk, Aceh Timur, MS, 26, warga Idi Tunong, Aceh Timur, MH, 26, warga Idi Tunong, Aceh Timur dan IK, 26, warga Julok, Aceh Timur.

Keempatnya ditangkap di rumahnya masing-masing, Senin (20/9). Bersama pelaku turut diamankan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza yang disita dari pelaku AF.

“Modusnya sakit hati terhadap korban RS, 22, warga Julok, Aceh Timur,” kata AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, seraya menambahkan, atas perbuatanya keempat pelaku dijerat dengan pasal 328 junto pasal 55 junto pasal 56 dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun.

Kasus Judi

Kemudian, pihaknya juga menangkap seorang agen game judi online berinisial ZF, 35, warga Desa Tanjong Kapai, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Dari tangan ZF petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone merk Vivo y15 warna merah milik pelaku.

“HP pelaku berisi akun resmi chip higgs domino sebanyak 190 B yang disimpan di dalam satu akun id penjual dan telah terjual sebanyak 18,5 B, sisa sebanyak 171,5 B yang masih disimpan pada satu akun id Higgs Domino tersebut,” ujar dia.

“Atas perbuatanya, ZF melanggar pasal 18 jo pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman uqubat ta’zir paling banyak 12 kali cambuk atau denda paling banyak 120 gram emas murni atau penjara 12 bulan,” ujar Sandy, seraya mengaku, seluruh kasus tersebut telah dipaparkan dalam Konferensi Pers di Mapolres Aceh Timur, Selasa (21/9) sore. (b11/I)

  • Bagikan