Waspada
Waspada » Pemerintah Tidak Paksa Belajar Tatap Muka
Aceh

Pemerintah Tidak Paksa Belajar Tatap Muka

SOSIALISASI NEW NORMAL: Kasi Penmad Kantor Kemenag Aceh Timur, H. Mulkan Sidamanik (tengah) menyampaikan bimbingan dalam Sosialisasi Persiapan Pembelajaran Madrasah Era New Normal di Aula Diklat BKPSDM Aceh Timur di Idi, Selasa (7/7). Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri RI, Pemerintah tidak memaksa siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Disaat orang tua/wali khawatir terinfeksi wabah COVID-19, maka pembelajaran tatap muka ditiadakan dan siswa madrasah akan mengikuti pembelajaran secara daring (online) atau luring (offline).

“Jika orangtuanya keberatan dan khawatir terinfeksi wabah Corona saat anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka, maka pihak madrasah akan menyediakan pembelajaran secara daring dan luring. Ini keputusan pemerintah melalui SKB 4 Menteri,” kata Kepala Seksi – Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kemenag Aceh Timur, H. Mulkan Sidamanik, MA, kepada Waspada, di sela-sela Sosialisasi Persiapan Pembelajaran Madrasah Era New Normal di Aula Diklat BKPSDM Aceh Timur di Idi, Selasa (7/7).

Dikatakannya, sesuai SKB 4 Menteri, belajar tatap muka akan dimulai 13 Juli. Tahap awal, proses pembelajaran tatap muka akan dimulai jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Sementara Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan susul dua bulan kemudian atau September 2020.

“Jika daerah masih hijau, maka pembelajaran MI akan dimulai di tahun ini bertepatan dengan 13 September mendatang,” sebut H. Mulkan.

Kendati demikian, hingga kini pihaknya masih menunggu Instruksi Gubernur (Ingub) Aceh tentang tata cara pembelajaran tatap muka untuk siswa madrasah.

“Tapi kami di jajaran madrasah baik RA, MI, MTs dan MA, sudah siap dengan kebijakan Pemerintah Aceh melalui Ingub nantinya, baik belajar tatap muka ataupun belajar di rumah,” terang H. Mulkan Sidamanik.

Plh. Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur, H. Akli Zikrullah, M.Hum, dalam arahan sebelumnya mengatakan, pembelajaran tatap muka harus mematuhi protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, mencuci tangan, mengatur jarak kursi satu meter dan memeriksa suhu tubuh sebelum dimulai pembelajaran.

“Pembelajaran menggunakan kurikulum darurat, sehingga jam pelajaran diperpendek dan pulang lebih cepat,” kata H. Akli Zikrullah seraya meminta, para kepala madrasah (kamad) agar mengatur sebaik-baiknya pembelajaran tatap muka antara Kelas VII, Kelas VIII, dan Kelas IX jenjang MTs dan Kelas X, Kelas XI dan kelas XII jenjang MA.

Dalam mengisi materi Sosialisasi Persiapan Pembelajaran Madrasah Era New Normal tersebut, Kantor Kemenag Aceh Timur menghadirkan sejumlah pemateri dari pihak kepolisian, dinas kesehatan dan pihak kankemenag setempat.

Peserta sosialisasi merupakan para kepala madrasah (kamad) jenjang RA, MI, MTs dan MA Se-Aceh Timur. (b11).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2