Waspada
Waspada » Pembinaan Lembaga Tilawatil Quran Di Dinas SI Agara Dipertanyakan
Aceh Headlines

Pembinaan Lembaga Tilawatil Quran Di Dinas SI Agara Dipertanyakan

Kadis Syariat Islam Aceh Tenggara, M. Iqbal Selian. Pembinaan Lembaga Tilawatil Quran Di Dinas SI Agara Dipertanyakan. Waspada/Ist
Kadis Syariat Islam Aceh Tenggara, M. Iqbal Selian. Pembinaan Lembaga Tilawatil Quran Di Dinas SI Agara Dipertanyakan. Waspada/Ist

KUTACANE (Waspada): Program pembinaan Lembaga Tilawatil Quran yang diselenggarakan Dinas Syariat Islam dan selama ini jadi perbincangan warga Aceh Tenggara, akhirnya mendapat sorotan dari beberapa kalangan.

Pasalnya, pengalokasian dan pelaksanaan kegiatan pembinaan kelembagaan Tilawatil Quran tersebut, sama sekali tak relevan dengan kegiatan dan tujuan maupun sasaran yang akan dicapai karena untuk tahun 2020 ini, pelaksanaan MTQ ditiadakan menyusul masih merebaknya pandemi Covid-19 di berbagai wilayah.

Mukhlis Arsyad, salah seorang aktivis kepada Waspada.id mengaku aneh dan penasaran terkait program yang dilaksanakan Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara. Masalahnya penganggaran dan pelaksanaan kegiatan pembinaan lembaga Tilawatil Quran tahun 2020 dianggarkan dan dilaksanakan, sedangkan kegiatan MTQ 2020 tidak ada dalam kegiatan di Dinas SI Kabupaten.

Untuk pembinaan lembaga Tilawatil Quran, Dinas Syariat Islam Agara menganggarkan dana senilai Rp928 juta, sedangkan untuk kegiatan MTQ Kabupaten yang sebelumnya dianggarkan dan akhirnya terpaksa ditiadakan karena pandemi Covid-19, dialokasikan senilai Rp850 juta.

Kegiatan tersebut jelas sangat aneh, ujar Mukhlis, untuk apa dilaksanakan kegiatan pembinaan lembaga Tilawatil yang menelan biaya sampai Rp928 juta, sedangkan MTQ saja tak dilaksanakan karena pandemi Covid-19, lantas apa tolok ukur capain dan keberhasilan kegiatan tersebut, karena itu, wajar saja jika banyak pihak yang menilai kegiatan tersebut aneh dan mengundang pertanyaan warga.

“Keanehan tersebut, baru kita lihat dari satu sisi saja, sementara dari sisi lainnya, berapa hari pembinaan kelembagaan dilaksanakan, siapa saja pesertanya dan di mana dilaksanakan, lembaga apa yang melaksanakan pembinaan tersebut dan bagaimana lisensinya masih menjadi tanya besar bagi warga,” tambahnya.

Informasi diterima Waspada.id dari berbagai sumber menyebutkan, selain setiap tahun menganggarkan dana pelaksanaan MTQ, pihak Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara juga mengalokasikan dana pembinaan lembaga Tilawatil Quran, namun untuk tahun 2020 lalu, jumlahnya sangat fantastis dan mengalami kenaikan sangat drastis, jika sebelumnya hanya empat ratusan juta, namun tahun lalu naik menjadi sembilan ratusan juta rupiah.

“Ini perlu menjadi perhatian semua pihak karena penganggaran dana pembinaan lembaga Tilawatil Quran yang besar, di tengah pembatalan kegiatan MTQ kabupaten, jelas sangat aneh dan ditengarai kurang bermanfaat, bahkan kurang nyambung dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati, terutama terwujudnya masyarakat Aceh Tenggara yang relijius,” sebutnya.

Kadis Syariat Islam Aceh Tenggara, M. Iqbal Selian kepada Waspada.id, Rabu (7/4) membenarkan alokasi dana pembinaan Lembaga Tilawatil Quran tahun 2020 sebesar Rp928 juta yang bersumber dari dana Otsus.

Menjawab tudingan sejumlah kalangan terkait pengalokasian dana pembinaan Lembaga Tilawatil Quran yang kurang tepat sasaran, Iqbal berdalih, kendati MTQ 2020 batal digelar karena refocusing anggaran terkait Covid-19, namun pembinaan Lembaga Tilawatil Quran harus tetap dilaksanakan, mengingat pembinaan merupakan upaya pendukung untuk suksesnya gelar MTQ.

“Yang kita bina selama ini lewat dana pembinaan Lembaga Tilawatil Quran yakni, peserta atau mantan peserta MTQ dari berbagai cabang yang diperlombakan pada gelar MTQ, lagi pula hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya kaderisasi,” jelasnya.

Selain untuk peserta yang pernah ikut MTQ, dana pembinaan sebesar Rp900 juta yang bersumber dari dana Otsus 2020 tersebut, juga digunakan pihak Dinas Syariat Islam untuk kegiatan imbauan di lapangan dan Safari Jum’at serta Maghrib berjamaah. ”Yang jelas kegiatan yang sifatnya insidentil tersebut tetap kita lakukan,” dalih Iqbal tanpa menjelaskan rincian dana untuk Tahfiz Qur’an,Tartil, Tilawah, Hifzil, Syahril dan Khatil Qur’an serta Musabaqah Makalah Alimiyah Alquran.(b16)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2