Pembentukan Tiga Kampung Pemekaran Belum Terwujud Di Aceh Tamiang - Waspada

Pembentukan Tiga Kampung Pemekaran Belum Terwujud Di Aceh Tamiang

- Aceh
  • Bagikan
Rapat Dengar Pendapat membahas terkait tiga Kampung Persiapan Pemekaran yang sudah lama diperjuangkan ,namun belum juga terwujud pada tahun 2021, di Ruang Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Rabu (2/6) sore. Waspada/Muhammad Hanafiah

KUALASIMPANG (Waspada): Pembentukan Kampung Persiapan pemekaran di Kecamatan Rantau, Kejuruan Muda dan Tenggulun belum terwujud karena masih banyak administrasi yang perlu dibenahi dan belum ada Qanun terkait tiga Kampung pemekaran tersebut.

Hal itu dijelaskan oleh pihak terkait dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Ruang Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Rabu (2/6)sore.

RDP tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRK Fadlon, Wakil Ketua DPRK Muhammad Nur, Ketua Komisi I Muhammad Irwan dan anggotanya, Sugiono Sukendar, Maulizar Zikri, Zulfidar, Ketua Banleg DPRK Aceh Tamiang, Rahmad Syafrial, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Aceh Tamiang, Mix Donald, Asisten Administrasi dan Pemerintahan Setdakab Aceh Tamiang, Amiruddin Y, Camat Rantau, Camat Tenggulun, utusan Camat Kejuruan Muda, Kabag Hukum Setdakab Aceh Tamiang, Kabag Pemerintahan Setdakab Aceh Tamiang, utusan masyarakat dari tiga kampung persiapan.

“Tokoh-tokoh pejuang pemekaran Kampung sudah banyak yang meninggal dunia, tetapi nomor registrasi untuk Kampung hasil Pemekaran yaitu Kampung Mekar Jaya, Kampung Alur Mentawak dan Kampung Sumber Makmur sampai detik ini belum juga terbit dari Kemendagri,” ungkap Sugiono, SH yang merupakan juru bicara tiga kampung persiapan pemekaran yaitu Kampung Persiapan Kampung Mekar Jaya, Alur Mentawak dan Sumber Makmur.

Menurut Sugiono, SH yang biasa disapa Iik itu, perjuangan sudah mulai dari tahun 2006 tetapi sampai tahun 2021 belum juga terbit nomor registrasi Kampung Mekar Jaya, Alur Mentawak dan Sumber Makmur dari Kemendagri.

Iik menjelaskan Kampung Mekar jaya adalah pemekaran dari lima dusun di Kampung Alur Cucur, Rantau Pauh dan Kampung Durian Kecamatan Rantau yang merupakan Kampung induk, sedangkan Kampung Alur Mentawak merupakan pemekaran dari Kampung Seumadam Kecamatan Kejuruan dan Kampung Sumber Makmur adalah pemekaran dari Kampung Tenggulun yang merupakan Kampung induk di Kecamatan Tenggulun.

“Tujuan pemekaran bukan untuk mengejar dana ADD tetapi untuk pemerataan pembangunan dan memberikan pelayanan untuk masyarakat agar lebih maksimal. Hal ini bukan kepentingan pribadi, namun kepentingan hayat hidup orang banyak,” tegas Iik.

“Padahal semua persyaratan administrasi, termasuk persyaratan demografi dan luas wilayah serta hal-hal lainnya sudah lengkap dan sudah disetujui oleh Pemerintahan Aceh dan sudah terbit nomor registrasi dari Gubernur Aceh sejak dua tahun yang lalu,” tegas Iik.

Iik dan delegasi lainnya berharap agar pihak legislatif dan eksekutif agar dapat menuntaskan hal ini karena perjuangan sudah sangat lama, namun hasilnya belum tercapai.

Kadis PMKPPKB Aceh Tamiang, Mix Donal menjelaskan administrasi persyaratan untuk tiga kampung persiapan pemekaran tersebut masih banyak yang harus dilengkapi setelah terbitnya Permendagri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa.

“Harus juga terlebih dahulu dibuat Qanunnya terkait tiga kampung pemekaran ini karena belum ada Qanunnya,” ungkap Mix Donal.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nur dan Fadlon serta Ketua Komisi I, Muhammad Irwan pada pertemuan tersebut menyatakan DPRK Aceh Tamiang siap untuk menuntaskan tuntutan tiga kampung persiapan pemekaran. (b14)

 

  • Bagikan