Pembatasan Jam Malam Di Langsa Kurang Efektif
banner 325x300

Pembatasan Jam Malam Di Langsa Kurang Efektif

  • Bagikan
Mahasiswa Pemuda Kemenpora 2018, M. Irvanni Bahri menyebutkan Pembatasan jam malam di Langsa kurang efektif. Waspada/Ist
Mahasiswa Pemuda Kemenpora 2018, M. Irvanni Bahri menyebutkan Pembatasan jam malam di Langsa kurang efektif. Waspada/Ist

LANGSA (Waspada): Pembatasan jam malam di Langsa kurang efektif dan tidak logis. Hal itu dikatakan Mahasiswa Pemuda Kemenpora 2018 M. Irvanni Bahri kepada Waspada, Minggu (26/4).

Irvanni mengatakan itu menyikapi Surat Edaran Walikota Langsa No.443.1/1066/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Disease (Covid-19) di Kota Langsa dan pemberlakuan pembatasan jam operasional malam hari.

“Jika malam hari menjadi alasan pembatasan aktivitas atau operasional masyarakat dan pedagang. Namun sebaliknya, lihat pada sore hari, lebih padat kondisinya dibandingkan malam hari,” ungkap Irvanni kepada Waspada, Minggu (26/4).

Lanjutnya, pemberlakuan jam malam di Kota Langsa tidak berdampak untuk pencegahan dan memutuskan mata rantai pandemi Covid-19. Hal ini tentu dapat mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat, karena itulah pembatasan jam malam Di Langsa kurang efektif.

Bayangkan, sambungnya, mereka yang buruh harian bagaimana mereka bisa makan dan digaji jika tidak bekerja. Contohnya, warung kopi, rumah makan dan pedagang musiman yang beroperasi pasca berbuka puasa dan shalat tarawih.

“Langsa itu butuh karantina wilayah, jika kepanikan Pemerintah Kota Langsa yang berlebihan, maka karantina saja. Jangan terkesan seperti memperolok-olok atau membuat panik masyarakat. Kalau pun pemerintah mengambil kebijakan pencegahan penyebaran virus corona jangan tanggung-tanggung,” ujar Irvanni Bahri.

Menurutnya, dari pada menghabiskan disinfektan untuk semprot-semprot di jalanan, mending ambil itu disinfektan, semprot barang logistik yang masuk ke Langsa pada saat karantina wilayah. Atau jika masih juga berlebihan dalam rasa takut, curiga, khawatir dan cemas, berlakukan saja Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sudah sepatutnya hal ini menjadi tanggung jawab bersama, menjaga dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Langsa. Virus Corona itu tidak hanya ada di malam hari, tidak hanya ada di siang hari, tapi kapan dan dimanapun. “Kepada Pemerintah Kota Langsa berlakukanlah kebijakan dengan arif dan bijak, imbuh Irvanni Bahri.

Irvanni Bahri sekali lagi mengingatkan, Langsa itu butuh karantina wilayah, jika kepanikan Pemerintah Kota Langsa yang berlebihan, maka karantina saja. Jangan terkesan seperti memperolok-olok atau membuat panik masyarakat. (cmw)

  • Bagikan