Waspada
Waspada » Pembangunan Rumah Relokasi Krueng Langsa Dinilai Kurang Baik
Aceh Headlines

Pembangunan Rumah Relokasi Krueng Langsa Dinilai Kurang Baik

Kabid Cipta Karya PUPR Kota Langsa: Sudah Dibongkar

Pembangunan rumah relokasi masyarakat di bantaran Sungai Krueng Langsa pada tahun anggaran tahun 2020 di Gampong Timbang Langsa Kec. Langsa Baro dinilai sejumlah elemen kurang baik, Senin (3/5).Waspada/Rapian
Pembangunan rumah relokasi masyarakat di bantaran Sungai Krueng Langsa pada tahun anggaran tahun 2020 di Gampong Timbang Langsa Kec. Langsa Baro dinilai sejumlah elemen kurang baik, Senin (3/5).Waspada/Rapian

LANGSA (Waspada): Pemko Langsa melalui Dinas PUPR membangun sebanyak 250 unit rumah kopel tipe 38 melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diperuntukkan bagi relokasi masyarakat di bantaran Sungai Krueng Langsa pada tahun anggaran tahun 2020 di Gampong Timbang Langsa Kec. Langsa Baro dinilai sejumlah elemen kurang baik, Senin (3/5).

Kabid Cipta Karya PUPR Kota Langsa, Yuyun Oriza ST, didampingi PPK Bidang Cipta Karya, Dharmawansyah, ST, MT, Senin (3/5) yang ditemui wartawan menjelaskan tentang dugaan proyek pembangunan perumahan untuk relokasi dikerjakan kurang baik.

Kabid Cipta Karya PUPR Kota Langsa, Yuyun Oriza ST, didampingi PPK Bidang Cipta Karya, Dharmawansyah, ST, MT, di kantor setempat, Senin (3/5).Waspada/Rapian
Kabid Cipta Karya PUPR Kota Langsa, Yuyun Oriza ST, didampingi PPK Bidang Cipta Karya, Dharmawansyah, ST, MT, di kantor setempat, Senin (3/5).Waspada/Rapian

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan media atas bantuannya dalam melakukan fungsi pengawasan kepada pekerjaan yang sedang kami lakukan, khususnya pada kegiatan Pembangunan Rumah Baru Secara Swadaya (BSPS) di Gampong Timbang Langsa,” sebutnya.

Di samping itu, tidak benar bahwa kami dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa tidak dapat dikonfirmasi terkait kegiatan yang ada di Gampong Timbang Langsa.

Lanjutnya, dapat kami sampaikan bahwa rumah 103 unit tahun 2020 sudah selesai dan sudah ditempati oleh masyarakat. Lalu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara bersama terhadap pembangunan, Sabtu (1/5) dan menemukan pelaksanaan pekerjaan tapak pondasi sebanyak empat unit rumah yang tidak dikerjakan dan empat unit rumah yang menggunakan besi 9 mm pada kolom bangunan di mana seharusnya menggunakan besi 10 mm.

“Dari hasil temuan tersebut pelaksana telah sepakat akan melakukan perbaikan terhadap pekerjaan pondasi untuk empat unit rumah, dan melakukan pembongkaran kolom untuk mengganti besi diameter 10 sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya. Kemudian semua kegiatan pembongkaran dan perbaikan tersebut didokumentasikan dalam berita acara yang diawasi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan,” ujarnya.

Diutarakannya lagi, pembangunan ini merupakan swakelola yang dimonitori tim teknik dan koordinator teknik sekitar 18 orang. Dimana dalam pelaksanaanya ada penyedia barang atau vendor yang mengerjakan rumah layak huni tersebut dan rumah itu swadaya sifatnya.

“Setiap rumah dialokasikan sekitar Rp50 juta dengan total Rp12,5 miliar diperuntukan 250 unit yang dikerjakan oleh lima vendor atau penyedia barang. Pihaknya berharap ke depan dengan hadirnya rumah layak huni ini Kota Langsa lebih maju dan kita bekerja untuk sebuah reward atas nama Kota Langsa mohon supportnya,” pintanya.

Sementara menurut Tim TFL BSPS, Coco menambahkan, pembangunan 103 rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) diperuntukkan bagi relokasi masyarakat di bantaran sungai Krueng Langsa di Gampong Timbang Langsa Kecamatan Langsa Baro, Pemko Langsa senilai Rp50 juta per unit dengan satu kopel dua rumah Rp100 juta dengan Tipe 38 dengan 5 x 7,6 meter.

Spek bangunan dengan nilai Rp50 juta per unit tersebut mengunakan besi standar SNI 10 mm, dengan standar beton plaster luar dalam, sampai ring balok, tombak layar KalsiBoard, rangka baja dan tidak ada plafon, sedangkan untuk lantai seman halus, pemasangan listrik, air.

Sementara, karena ini proyek swadaya, pemilik rumah nanti diperkenan menambah bangunan apapun yang terlebih dahulu berkonsultasi dengan pemasok (vendor), untuk penambahan bangunan, seperti dapur dan lain-lain.

Menyikapi hasil pertemuan dengan dinas PUPR dengan pemasok, karenan masih ada ditemukan besi 9 mm maka dilakukan pembongkaran sejak Minggu (2/5).

“Begitu juga dengan pondasi yang kurang dalam dilakukan penggalian ulang dengan kedalaman 20 cm. Saat ini sudah dilakukan pemasangan besi 10 mm tersebut di pekerjaan proyek perumahan relokasi, karena para pekerja sedang memasang goplang untuk pekerjaan pondasi dan pemasangan batubata,” tandasnya. (crp)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2