Waspada
Waspada » Pelajar Cepat Serap Ilmu Dari Media Belajar Smart-TV
Aceh

Pelajar Cepat Serap Ilmu Dari Media Belajar Smart-TV

Kepala SMPN Satu Atap Kuala Simpang Ulim, Sofyan, ketika mengontrol peserta didik yang sedang belajar dengan penerapan model pembelajaran Smart-TV di ruang kelas, Sabtu (24/10). Waspada/M. Ishak

SIMPANG ULIM (Waspada): Peserta didik jenjang SMP dan SMA sederajat dinilai lebih mudah dalam menyerap ilmu pengetahuan melalui model pembelajaran Smart-TV.

Meskipun tidak semua mata pelajaran (mapel), namun sebagian besar materi disajikan tanpa harus menguras energi guru.

“Dalam dunia pendidikan, guru itu fasilitator. Artinya, proses pendidikan itu berada di peserta didik, sehingga guru sebagai fasilitator mencari dan menyediakan perangkat pembelajaran yang menarik sesuai keinginan peserta didik,” kata Kepala SMPN Satu Atap Kuala Simpang Ulim, Sofyan, M.Pd, kepada Waspada, Sabtu (24/10).

Meskipun berbeda dengan SMP lain di Aceh Timur, Sofyan menilai penerapan pembelajaran model seperti itu biasa sebagaimana didapatkan dari berbagai aturan main Kemendikbud RI.

“Dalam Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) disebutkan bahwa pusat pembelajaran itu berada pada peserta didik, bukan pada guru. Jadi, aktivitas pembelajaran itu peserta didik,” urai Sofyan.

Model pembelajaran menggunakan media Smart-TV membuat peserta didik lebih aktif, berani tampil dan mudah meniru.

Kendati demikian Sofyan menerapkan model pembelajaran itu dengan harapan peserta didik lebih cepat menyerap ilmu pengetahuan, terutama mata pelajaran Bahasa Inggris, dan Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Bahasa Arab.

“Mengingat SMP ini hanya memiliki satu orang guru PNS, maka model pembelajaran akan mempercepat proses transfer ilmu sesuai dengan kurikulum yang ada. Intinya, penerapan model pembelajaran Smart-TV sangat disukai pelajar yang berada di pesisir Aceh Timur ini,” sebut Sofyan.

Dia mengaku, model pembelajaran seperti itu sangat cocok diterapkan terhadap peserta didik di kawasan pesisir seperti di Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur, karena perkembangan teknologi juga membuat remaja usia pelajar SMP jenuh dengan model pembelajaran lama.

“Sehingga kita menggagas nuansa baru melalui pembelajaran Smart-TV, dimana siswa/i belajar dengan media televisi yang sudah dilengkapi aplikasi pembelajaran di smartphone,” demikian Sofyan.

Pandemi

Rizki, salah seorang siswa SMPN Satu Atap Kuala Simpang Ulim mengakui, model pembelajaran menggunakan Smart-TV lebih efisien dan menarik. Bahkan dalam suasana pandemi COVID-19 mampu mengejar materi yang tertinggal selama ini.

“Bahkan, model pembelajaran ini sangat cocok diterapkan disaat proses pembelajaran tatap muka di alihkan ke belajar di rumah, sehingga kami bisa mengikutinya sesuai materi ajar dalam jaringan (daring),” sebut Rizki seraya menambahkan, model pembelajaran menggunakan media Smart-TV kedepan agar diterapkan di mata pelajaran lain. (b11).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2