Waspada
Waspada » Pejabat Aceh Ramai-Ramai Hadiri Kenduri Apam Di Pidie
Aceh Pendidikan

Pejabat Aceh Ramai-Ramai Hadiri Kenduri Apam Di Pidie

Wakil Bupati Pidie Fadlullah TM Daud, bersama para pejabat Provinsi Aceh dan para kepala dinas kabupaten/kota di Aceh sedang memasak kue Apam khas Pidie saat berkunjung ke SMP Negeri 2 Indrajaya. Selasa (23/2). Pejabat Aceh Ramai-Ramai Hadiri Kenduri Apam Di Pidie. Waspada/Muhammad Riza
Wakil Bupati Pidie Fadlullah TM Daud, bersama para pejabat Provinsi Aceh dan para kepala dinas kabupaten/kota di Aceh sedang memasak kue Apam khas Pidie saat berkunjung ke SMP Negeri 2 Indrajaya. Selasa (23/2). Pejabat Aceh Ramai-Ramai Hadiri Kenduri Apam Di Pidie. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Kenduri Apam (kue serabi-red) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pidie, di semua tingkatan sekolah, Selasa (23/2) berlangsung penuh ukhuwah Islamiah.

Acara ini semakin istimewa dikarenakan kehadiran sejumlah kepala dinas dari daerah-daerah tetangga, diantaranya Kadis Budaya dan Pariwisata Provinsi Aceh Jamaluddin, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Dr Silahuddin MAg, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireun, Drs M Nasir MPd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Dr Samidan, serta sejumlah pejabat lainnya.

Wakil Bupati Pidie Fadlullah TM Daud, ST didampingi Kadisdikbud Kabupaten Pidie Drs Radwandi, saat mengunjungi kegiatan Kenduri Apam di SMP Negeri 2 Indrajaya mengatakan, kegiatan Kenduri Apam yang dilaksanakan serentak di sekolah-sekolah bersifat positif. Dia menjelaskan, jika Kenduri Apam yang dilaksanakan jajaran Disdikbud Pidie ini sebagai implementasi dari tradisi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Pidie yang gemar bersedekah, gemar melaksanakan kenduri dan saling peduli serta berbagi dengan warga sekitar.

Karena itu, lanjut Wabup kegiatan positif tersebut mesti didukung, ditambah lagi kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan Rajab, dimana bagi umat Islam bulan Rajab ini sangat penting, karena ini adalah bulan peringatakan Isra Mikraj, karena pertama sekali umat islam diwajibkan shalat itu ketika Nabi Muhammad, SAW melaksanakan Isra dan Mikraj pada bulan Rajab. Disampaing itu, kegiatan semacam ini jelas Wabup Pidie, positinya adalah bisa memperkuat ukhuwah Islamiah, kemudian bisa saling peduli serta berbagi, dan sebagainya.

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Dr Samidan, disela-sela menghadiri kegiatan Kenduri Apam di SMP Negeri 2 Indrajaya, Kabupaten Pidie mengatakan jika pihaknya memberi apresiasi kepada Disdikbud Kabupaten Pidie beserta jajarannya, karena telah berupaya mengembalikan budaya atau tradisi Indatu kepada anak-anak didik generasi penerus.

Murid-murid TK Bungong Meulu, Kemukiman Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie sedang menikmati Kenduri Kue Apam, Selasa (23/2). Waspada/Ist
Murid-murid TK Bungong Meulu, Kemukiman Bungie, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie sedang menikmati Kenduri Kue Apam, Selasa (23/2). Waspada/Ist

“Karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang selalu mengingat budayanya” karena itu lanjutnya, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja anak-anak didik di semua sekolah dalam Kabupaten Pidie, sehingga dengan adanya kegiatan seperti itu, memberikan sebuah banyangan kepada para siswa dan siswi bahwa ini merupakan peninggalan para indatu kita.

Karena itu lanjut Dr Samidan, Disdikbud Kota Banda Aceh akan melakukan studi tiru yang nantinya kegiatan Toet Apam akan dilaksanakan di semua sekolah di Kota Banda Aceh. “Kami juga berharap nanti Apam ini kalau boleh dijadikan menjadi sebuah komunitas atau paling tidak menjadi makanan utama di sekolah. Kalau ini dijadikan sebagai kue utama di sekolah dan ini higenis, ini tentunya akan menjadi sumbangan bagi masyarakat,” tandasnya.

Kenduri Apam Banyak Unsur Positif

Kadis Budaya dan Pariwisata Provinsi Aceh Jamaluddin mengatakan, kegiatan Kenduri Toet Apam yang dilaksanakan Disdikbud Kabupaten Pidie, perlu didukung semua pihak karena lebih banyak nilai positifnya.

Apalagi momennya dilaksanakan pada bulan Rajab, dimana masyarakat Aceh khususnya warga Kabupaten Pidie di 730 gampong (desa) hampir semuanya menggelar Kenduri Apam. Tradisi ini sebut dia, sudah dilakukan secara turun-temurun sejak lama. “Dalam kegiatan ini juga ada unsur silahturahmi nya, karena orang-orang diundang dan yang tidak bisa hadir diantar ke rumah untuk dibagi-bagikan,” katanya. (b06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2