Waspada
Waspada » Pedagang Di Pasar Bekas Lahan SDN 3 Kualasimpang Akan Digusur
Aceh

Pedagang Di Pasar Bekas Lahan SDN 3 Kualasimpang Akan Digusur

SEJUMLAH pedagang kecil yang mengadu kepada DPRK Aceh Tamiang karena mereka akan digusur tidak boleh lagi berjualan di Pasar bekas lahan SDN 3 Kota Kualasimpang, Senin (5/10) sore. Waspada/Muhammad Hanafiah
SEJUMLAH pedagang kecil yang mengadu kepada DPRK Aceh Tamiang karena mereka akan digusur tidak boleh lagi berjualan di Pasar bekas lahan SDN 3 Kota Kualasimpang, Senin (5/10) sore. Waspada/Muhammad Hanafiah

KUALASIMPANG (Waspada): Sejumlah pedagang di Pasar bekas lahan SDN 3 Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang mengadu ke Komisi I DPRK Aceh Tamiang karena mereka akan digusur oleh Pemkab setempat karena di lokasi tersebut akan dibangun kios dan tempat parkir yang besarnya mencapai Rp2 miliar lebih pada tahun anggaran 2020, Senin (5/10) sore.

Pantauan Waspada di Ruang Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Senin (5/10) sore, kedatangan sejumlah pedagang kecil tersebut ke DPRK Aceh Tamiang disambut oleh Wakil Ketua DPRK Fadlon dan Muhammad Nur, Ketua Komisi I M Irwan, Wakil Ketua Komisi I Maulizar Zikri dan anggota Komisi tersebut, Sugiono Sukendar di Ruang Komisi I.

Para pedagang kecil antara lain, Bali Basya, Riki Wijaya, Tarmizi, Zuriansyah, Aznan yang mewakili rekannya ketika mengadu kepada DPRK Aceh Tamiang menyatakan mereka tidak ada merasa keberatan jika pihak Pemkab Aceh Tamiang melaksanakan pembangunan di lokasi bekas lahan SDN 3 Kota Kualasimpang yang selama ini dijadikan sebagai lokasi tempat mereka berjualan mencari nafkah sebagai pedagang kaki lima.

“Kami sudah terima surat dari Dinas Koperindag Aceh Tamiang agar kami harus segera angkat kaki hari ini juga, Senin (5/10). Kalau pun kami harus digusur seharusnya kami diberikanlah tempat lokasi untuk berjualan mencari nafkah bagi kebutuhan keluarga,” ungkap para pedagang itu.

Para pedagang itu juga menyatakan, mereka bukan pedagang illegal karena setiap hari dikutip uang restribusi oleh petugas.

Karena itu, imbuh para pedagang itu dengan suara memelas jika digusur tolonglah diberikan tempat untuk berjualan untuk mencari nafkah.

”Kalau kami tidak bisa jualan, maka siapa yang harus membiayai keluarga kami untuk makan dan biaya kebutuhan lainnya,” ujar para pedagang.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon begitu mendengar keluhan dari pedagang kecil itu langsung menelepon Kadis Koperindag Aceh Tamiang Rafe’ie.

Hasilnya, pihak DPRK bersama pihak Diskoperindag akan turun langsung ke lokasi pasar bekas lahan SDN 3 untuk mencari solusi terbaik agar pedagang kecil tetap berjualan, Selasa (6/10) pagi.

”Walaupun gusur di lokasi itu, seharusnya pedagang boleh juga jualan di pinggir lahan tersebut agar mereka bisa mencari nafkah,” pinta Fadlon kepada Kadiskoperindag.

Setelah mendengar langsung penjelasan dari Fadlon, Muhammad Nur dan Komisi I, para pedagang akhirnya pulang meninggalkan ruangan Komisi I DPRK Aceh Tamiang. (b14)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2