PDAM Tirta Tamiang Gali Kanal Intake Baru

  • Bagikan

KUALASIMPANG (Waspada): Menyusul belum adanya kanal intake yang permanen, sehingga PDAM Tirta Aceh Tamiang harus melakukan penggalian kanal baru dikarenakan kanal intake yang lama sudah dangkal serta mengalami sumbatan akibat sedimen lumpur.

Dikarenakan sedimentasi lumpur yang menimbun kanal intake tersebut, PDAM Tirta Tamiang yang merupakan perusahaan milik daerah ini nyaris kewalahan untuk mengelolaan air yang distribusikan kepelanggan. Upaya mengatasi hal tersebut, manajemen perusahaan melakukan pengalian kanal intake darurat dengan menggunakan alat berat jenis escavator yang berada di Kampung Kesehatan, Kecamatan Karang Baru.

Direktur PDAM Tirta Tamiang, Ismail kepada Waspada Minggu (15/5) mengatakan, kondisi alam penyebab utama dangkalnya kanal untuk pengelolaan air sehingga distribusi air tidak stabil, selain itu juga lokasi kanal intake yang tidak memungkinkan dimasukan alat berat untuk pengorekan kanal intake lama.

Menurutnya, penggalian kanal intake darurat ini sudah dimulai dari Sabtu (14/5) kemarin karena kanal yang lama sudah dangkal dan sulit membawa masuk alat berat, “ Kanal intake lama tidak mungkin lagi kita keruk dengan alat berat, medannya tidak mendukung, tanah bercampur lumpur sangat labil untuk terjun alat berat,” terang Ismail seraya menyampaikan, pihaknya a harus menggali lagi kanal intake yang baru, tepatnya di samping kanal intake lama.

Alat berat jenis escavator sedang melakukan penggalian kanal intake baru di samping kanal lama yang sudah padat lumpur milik PDAM Tirta Tamiang, tepatnya di Kampung Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Waspada / Yusri

Dijelaskan Ismail, kanan – kiri dari kanal intake lama akan dikeruk dan saat ini sudah dikeruk disisi kiri kanal intake lama, Alhamdullilah air sudah dapat masuk ke bak pengelolaan dan pada Minggu (15/5) ini dilakukan pengerukan disisi kanan. “ Salah satu penyebab pendistribusian air kemasyarakat sering terjadi gangguan adalah akibat pendangkalan kanal intake pendistribusian air dari sungai ke waduh penampungan sehingga tidak dapat dilakukan pengelolaan air oleh PDAM Tirta Tamiang.

“ Setelah selesai sisi kiri kita gali, kita pastikan PDAM Tirta Tamiang melakukan pengelolaan air, walaupun belum maksimal tapi kita pastikan distribusi air kepelangan,” kata Ismail sembari mengakui, pihaknya akan terus berupaya dengan melibatkan seluruh karyawan bagian produksi untuk angkat lumpur di saluran kanal intake.

Karenanya, PDAM Tirta Tamiang meminta masyarakat (konsumen) untuk tetap bersabar, selama dilakukan proses normalisasi kanal, kemungkinan pasokan air bersih ke setiap rumah pelanggan akan terganggu. Demikian harap Ismail.(b15).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.