Waspada
Waspada » PDAM Tirta Tamiang Diminta Buka Data Pelanggan Nunggak
Aceh Headlines

PDAM Tirta Tamiang Diminta Buka Data Pelanggan Nunggak

Muhammad Suhaji, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Independen. PDAM Tirta Tamiang Diminta Buka Data Pelanggan Nunggak. Waspada/Yusri
Muhammad Suhaji, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Independen. PDAM Tirta Tamiang Diminta Buka Data Pelanggan Nunggak. Waspada/Yusri

KUALASIMPANG (Waspada) : Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Independen (Wali) Muhammad Suhaji meminta manajemen PDAM Tirta Tamiang untuk membuka data pelanggan yang menunggak sehingga merugikan perusahaan daerah ini mencapai Rp7,6 miliar.

“PDAM Tirta Tamiang harus membuka data nama-nama pelanggan PDAM yang menunggak, jangan cuma bilang angka tunggakannya Rp7,6 milar, data stastistiknya pasti ada misalkan, kecamatan mana, berapa tahun menunggak dan penggunaan oleh masyarakat atau kantor pemerintahan,” ungkap Muhammad Suhaji, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Independen kepada wartawan Kamis (21/1).

Selain itu, Suhaji juga meminta DPRK Aceh Tamiang harus menindaklanjuti temuan tunggakan tersebut karena menyangkut PAD yang dihasilkan perusahaan milik daerah ini. “Persoalan tunggakkan ini harus diperbaiki segera, apalagi menyangkut kelangsungan PDAM Tirta Tamiang kedepannya serta DPRK Aceh Tamiang harus mengambil sikap tegas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pengawasan”.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Tamiang, Ismail kepada Wartawan terkait hal tersebut mengatakan, pihaknya tidak mungkin mengumunkan nama-nama pelanggan yang nunggak karena itu data rahasia perusahaan dan ini menyangkut data pribadi pelanggan.

Menurutnya, terkait tunggakan pelanggan senilai Rp7,6 miliar, pihaknya akan menyerahkan nama-nama pelanggan yang nunggak tersebut ke pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang. “PDAM Tirta Tamiang ada MoU dengan Bidang Datun Kejari Aceh Tamiang yang bertujuan untuk memudahkan penagihan tunggakan pembayaran langganan air kepada sekitar 8.000 pelanggan,” ujarnya.

Ismail menambahkan, mayoritas pelanggan yang menunggak itu berdomisili di Kecamatan Kota Kualasimpang senilai Rp2,5 miliar, Karang Baru senilai Rp1,9 miliar, Manyak Payed senilai Rp697 juta, Bendahara senilai Rp518 juta dan Kecamatan Rantau senilai Rp501 juta. “Data ini akan kita serahkan ke Bidang Datun Kejari Aceh Tamiang,” pungkas Ismail. (b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2