Waspada
Waspada » PDAM Tirta Tamiang Cabut Ratusan Meteran Pelanggan 
Aceh

PDAM Tirta Tamiang Cabut Ratusan Meteran Pelanggan 

 

KUALASIMPANG (Waspada): PDAM Tirta Tamiang mulai mencabut meteran untuk memutuskan jaringan air bersih terhadap pelanggan yang tidak membayar rekening air.

“Sudah ratusan meteran pelanggan yang tidak bayar rekening dicabut PDAM dan masih banyak lagi pelanggan yang menunggak tidak bayar rekening akan kami cabut meterannya,” tegas Direktur PDAM Tirta Tamiang, Ismail kepada Waspada, Jumat (19/2).

Ismail menjelaskan jumlah tunggakan rekening air yang belum dibayar oleh sejumlah pelanggan PDAM Tirta Tamiang mencapai Rp7 miliar lebih.

Masa tunggakan rekening pelanggan juga bervariasi ada yang sudah tiga bulan, 6 bulan, setahun, dua tahun dan tiga tahun yang belum bayar rekening air.

Menurut Ismail, sudah ada ratusan pelanggan dari kalangan rumah tanggan dan niaga yang dicabut meterannya karena belum bayar rekening air kepada PDAM Tirta Tamiang.

Ismail juga menyebutkan, pihak manajemen PDAM menyadari situasi ekonomi memang sangat sulit, namun bagi pelanggan yang masih menunggak sudah diberikan toleransi dan kelonggaran yaitu boleh cicil bayar rekening air.

“Kami juga sudah memberikan keringanan kepada pelanggan yang belum bayar boleh dicicil pembayaran tunggakan rekening air ,walaupun sudah diberikan keringanan boleh cicil cara membayarnya,namun masih banyak pelanggan yang belum mau bayar,” ungkap Ismail.

Karena itu, tegas Direktur PDAM Tirta Tamiang, pihak manajemen mengambil keputusan untuk mencabut meteran dan jaringan air ke tempat pelanggan yang tidak mau bayar rekening.

Menurut Ismail, perlu saling pengertian dan kesadaran antara pelanggan dengan pihak perusahaan demi kelangsungan operasional perusahaan.

Untuk mengolah air tentu saja diperlukan material seperti tawas, kaporit, biaya pemeliharaan jaringan pipa rusak karena bocor, biaya bayar rekening listrik, biaya gaji karyawan dan biaya pemeliharaan jaringan serta biaya lainnya yang harus dibiayai oleh perusahaan.

“Kalau tidak ada kesadaran untuk membayar bisa dilakukan secara mencicil tentu saja akan membawa dampak tentang kelangsungan operasional PDAM Tirta Tamiang bisa-bisa tutup jika tidak ada biaya operasional, sebab uang setoran rekening air dari pelanggan digunakan untuk pembiayaan operasional perusahaan ini,” ujar Ismail.

Direktur PDAM Tirta Tamiang menghimbau kepada pelanggan yang belum membayar rekening agar segera bayar rekening ,kalau tidak bisa membayar lunas tunggakan sekaligus boleh bayar secara dicicil demi kelangsungan operasional PDAM Tirta Tamiang.(b14)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2