Pasien RSUD Tgk Chik Ditiro Mengeluh, Stok Stik Cek Gula Kosong - Waspada

Pasien RSUD Tgk Chik Ditiro Mengeluh, Stok Stik Cek Gula Kosong

- Aceh
  • Bagikan

SIGLI (Waspada): Puluhan warga dan keluarga pasien yang menggunakan fasilitas BPJS kesehatan di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie, mengeluhkan kekosongan stok stik cek gula darah. Merekapun harus menebus biaya cek gula darah di luar.

Seperti dikeluhkan Muhammad, 57, warga Tangse, Kabupaten Pidie. Dia mengaku harus merogoh kocek untuk menebus biaya cek gula darah, kolesterol, asam urat di luar rumah sakit milik Pemkab Pidie tersebut.

Kata Muhammad, dia terpaksa melakukan cek gula darah ke luar rumah sakit, karena di poli rumah sakit tidak tersedia stik untuk pemeriksaan gula darah. “Menurut cerita petugas di bagian Poli, stok stik cek gula darah sudah dua minggu ini habis, jadi saya harus keluar dulu melakukan cek gula darah,” katanya.

Muhammad menuturkan jarak tempat tinggalnya dengan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli jauh, butuh waktu sekira 1,5 jam dari Tangse- Sigli. Namun apa lacur, begitu tiba di RSUD Tgk Chik Ditiro, perasaan Muhammad meradang dan kecewa karena tidak langsung mendapat pelayanan kesehatan seperti diharapkan, ia harus melakukan cek gula darah di luar rumah sakit.

“ Mudah-mudahan masalah ini bisa segera dapat diselesaikan oleh managemen rumah sakit. Kasihan, kami lagi sakit harus memutar-mutar jalan mencari apotik untuk cek gula,” kata Muhammad dengan nada sedih dan kecewa.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Waspada, di lingkungan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, kekosongan stk cek gula darah sudah berlangsung lama, sekira dua pekan terakhir ini. Pasien yang berobat di Poli Geriatri, Endokrin, dan poli penyakit dalam tidak dapat dilayani karena stok stik tersebut kosong. “Kami sudah sering meminta stok tik cek gula darah, tetapi petugas digudang mengatakan stoknya habis, dan kami diminta bersabar,” kata salah seorang perawat yang bertugas di Poli RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, dr Kamaruzzaman, M.Kes, menjelaskan kekosongan stik cek gula darah, itu karena selama ini managemen RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli sedang melakukan uji coba terhadap produk baru. Uji coba tersebut kata dia, penting agar mendapat rekomendasi dari dokter spesialis.

“Kalau stik cek gula yang lama kita tidak pakai lagi. Alasannya, selain harganya mahal mendapatkannya juga susah dan juga sudah tidak layak pakai lagi. Sekarang alat alat itu sudah kita remajakan, serta telah kita lakukan uji coba dan hasilnya sekarang sudah bisa digunakan karena sudah mendapat rekomendasi dari dokter spesialis,” jelasnya.

Selama ini, tutur dr Kamaruzzaman, pasien yang harus melakukan cek gula daerah diarahkan ke laboratorium, namun mayoritas mereka enggan cek gula ke lapboratorium karena langsung darahnya diambil dari vena. “Jadi mereka melakukan cek gula ke tempat lain di luar rumah sakit,” pungkasnya.(b06)

Suasana pasien yang berobat di ruang poli RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kamis (25/11). Waspada/Muhammad Riza

  • Bagikan