Waspada
Waspada » Pasien COVID-19 Asal Atim Diambil Paksa Dari RSUD-ZA
Aceh

Pasien COVID-19 Asal Atim Diambil Paksa Dari RSUD-ZA

IDI (Waspada): Pasien COVID-19 asal Atim diambil paksa dari RSUD-ZA Banda Aceh. Kini, pasien berinisial NS itu telah berada di rumahnya di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

“Total pasien COVID-19 di Aceh Timur sejak awal hingga hari ini sebanyak 48 kasus. Namun 36 sembuh dan satu meninggal. Artinya, posisi saat ini yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 11 kasus,” kata Jubir Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Aceh Timur, dr. H. Edy Gunawan MARS, menjawab Waspada, Kamis (17/9) sore.

Dari 11 pasien COVID-19 Aceh Timur saat ini tersebar di beberapa tempat, baik dirawat atau isolasi mandiri, diantaranya empat pasien dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, satu pasien di rawat di RS Hermina Medan, enam pasien menjalani isolasi mandiri di rumah. “Nah, satu dari empat pasien yang dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, kini sudah dipulangkan pihak keluarga ke Aceh Timur dengan berbagai alasan,” kata Edy.

Padahal, lanjut Edy, pihak RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh belum mengizinkan pasien berusia 57 tahun itu pulang, tetapi pihak keluarga mendesak, sehingga pihak RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh mengizinkan setelah pihak keluarga menandatangani surat pernyataan, Senin (14/9).

“Pasien NS saat ini sudah di Peureulak. Selanjutnya, kita bersama tim akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kesehatan NS. Bahkan kita meminta keluarga untuk melanjutkan isolasi mandiri terhadap NS di rumahnya serta tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes),” terang Edy seraya menyebutkan, kasus COVID-19 di Aceh Timur terus bertambah.

Berdasarkan perkembangan kesehatan sebelumnya, NS mengalami penurunan kesadaran, pneumonia, dan mengalami susp TB milier. “Kondisi kesehatannya sedikit menurun, namun jika imunitas tubuh meningkat dan protokol kesehatan terjaga, maka kondisi kesehatannya perlahan akan membaik,” sebut Edy seraya meminta keluarga agar tidak melakukan kontak langsung dengan pasien NS.

Untuk menekan angka penyebaran, Edy berharap masyarakat mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak serta sering mencuci tangan. “Soal Disiplin Protokol Kesehatan telah dijadikan Peraturan Bupati (Perbup), sehingga setiap pelanggar akan dikenakan sanksi. Ini tujuannya agar penyebaran wabah COVID-19 di Aceh Timur dapat ditekan. Namun mustahil terjadi saat masyarakat tidak mendukung. Oleh sebabnya perlu dukungan semua lapisan masyarakat,” demikian Edy. (b11).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2