Waspada
Waspada » Pasca Tanggul Jebol, Alat Berat Dikerahkan
Aceh Headlines

Pasca Tanggul Jebol, Alat Berat Dikerahkan

Alat berat membersihkan tanggul yang jebol di Desa Jambo Reuhat, Banda Alam, Aceh Timur, Sabtu (16/1).  Pasca Tanggul Jebol, Alat Berat Dikerahkan. Waspada/Ist.
Alat berat membersihkan tanggul yang jebol di Desa Jambo Reuhat, Banda Alam, Aceh Timur, Sabtu (16/1).  Pasca Tanggul Jebol, Alat Berat Dikerahkan. Waspada/Ist.

IDI (Waspada): Pasca jebolnya tanggul di Desa Jambo Reuhat, Banda Alam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, mengerahkan alat berat. Bahkan hingga saat ini masih dilakukan pembersihan di lokasi jebolnya tanggul sungai yang menyebabkan banjir di sejumlah desa di kecamatan itu.

“Tanggul yang jebol di Banda Alam, masih dalam perbaikan. Bahkan alat berat juga sudah melakukan pembersihan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Ashadi, MM, kepada Waspada.id, Minggu (17/1).

Dikatakannya, berbagai jenis pohon tumbang saat tanggul jebol, seperti batang pinang, pisang dan karet serta kakao. “Tanggul yang jebol tersebut terjadi tiga hari lalu. Setelah informasi diperoleh dari pihak kecamatan, kita lakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan penanganan,” kata Ashadi.

Berdasarkan laporan pihak desa, tanggul sungai tersebut mulai rusak saat banjir terjadi akhir 2019. Namun banjir yang terjadi di akhir 2020 telah bertambah parah kerusakannya. “Bahkan saat banjir yang terjadi pekan lalu telah menyebabkan jebolnya tanggul mencapai 20 meter, sehingga banjir merendam puluhan rumah warga,” terang Ashadi.

Surut

Berdasarkan laporan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) bersama unsur muspika setempat, banjir yang terjadi di sejumlah titik sudah mulai surut dan seluruh warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing, termasuk di Desa Jambo Reuhat dan Blang Rambong, Banda Alam.

“Banjir sudah surut, tapi warga kita harap tetap hati-hati, karena potensi banjir masih memungkinkan terjadi hingga pertengahan Februari mendatang,” sebut Ashadi, seraya berharap aparatur desa lebih proaktif dalam memantau dan melaporkan desanya dari berbagai bencana alam, baik banjir, longsor, rumah rusak dan jembatan serta jembatan yang rusak ditimpa bencana alam. (b11).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2