Waspada
Waspada » Pasangan Jarimah Zina Dicambuk 100 Kali
Aceh

Pasangan Jarimah Zina Dicambuk 100 Kali

TERPIDANA zina di Aceh Besar dieksekusi cambuk masing-masing 100 kali saberan rotan, Jumat (4/9) di galaman Masjid Agung Al Munawarrah, Kota Jantho. Waspada/Muhammad Zairin
TERPIDANA zina di Aceh Besar dieksekusi cambuk masing-masing 100 kali saberan rotan, Jumat (4/9) di galaman Masjid Agung Al Munawarrah, Kota Jantho. Waspada/Muhammad Zairin

KOTA JANTHO (Waspada): Pasangan terpidana zina di Aceh Besar dieksekusi cambuk masing-masing 100 kali sabetan rotan, Jumat (4/9)di halaman Masjid Agung Al Munawarrah, Kota Jantho.

Kedua terpidana yang dinyatakan bersalah melakukan perbuatan zina oleh putusan Mahkamah Syariyah Kota Jantho, yakni RP, 20, warga Kluet Timur, Aceh Selatan dan JRP, 22, warga Kluet Selatan, Aceh Selatan.

“Pasangan jarimah zina itu terbukti melanggar pasal 33 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dan dicambuk masing-masing 100 kali,” kata M Rusli, Kasatpol PP dan WH Aceh Besar.

Selain disaksikan oleh Wakil Bupati Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab, Kajari Aceh Besar Rajendra D Wiritanaya SH, Wakapolres Aceh Besar, Danyonif 117/KS, unsur Kodim 0101/BS, juga sejumlah Kepala OPD, Muspika Kota Jantho, dan ratusan jamaah serta masyarakat.

Eksekusi cambuk dilaksanakan algojo dari personil Wilayatul Hisbah (WH) sesuai dengan disiplin dan protokol kesehatan Covid-19 guna mencegah penyebaran virus corona di Aceh Besar dan mewaspadai transmisi lokal Covid-19.

Tampak kedua terpidana cambuk tersebut memakai face shield, sementara petugas dari Kejaksaan Negeri Aceh Besar dan tim kesehatan yang berada di panggung memakai masker.

Sebelumnya, Wabup Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab atau yang akrab disapa Waled Husaini, saat membuka uqubat cambuk itu, mengharapkan para pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Di sisi lain Waled mengaku sangat kesal karena di tengah musibah pandemi ini masih ada oknum yang berbuat zina di tanah Aceh Serambi Mekkah.

“Kami ingatkan untuk seluruh masyarakat jauhkan zina dan perbuatan-perbuatan yang membuat murka Allah SWT,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Waled juga mengingatkan agar ditengah pandemi ini tetap mengikuti disiplin protokol kesehatan, dengan menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun dan memakai masker.

“Apabila ketiga hal tersebut sudah dilakukan hal terakhir yang dilakukan yaitu bertawakal kepada Allah SWT,” imbuh Waled Husakni.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Syariah Kota Jantho Siti Salwa, dalam relisnya menyebutkan bahwa berdasarkan statistik grafik perkara Jinayat yang masuk dan diadili di Mahkamah Syariah Jantho, saat ini mengalami penurunan jumlah perkara yang cukup signifikan.

Kata ia, pada tahun 2017 terdapat sejumlah 49 perkara, tahun 2018 berjumlah 26 perkara, di 2019 sejumlah 18 perkara dan tahun ini 2020 sudah 15 perkara.

“Alhamdulillah tingkat kesadaran yang tinggi dari masyarakat Aceh Besar untuk tidak melanggar hukum sudah mulai terlihat. Ini patut kita apresiasi,” terang Siti Salwa. (b05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2