Waspada
Waspada » Pantau TKI Ilegal Pulang Dari Malaysia
Aceh

Pantau TKI Ilegal Pulang Dari Malaysia

Asisten 1 Pemkab Aceh Utara, Dayan Albar. Waspada/Maimun Asnawi
Asisten 1 Pemkab Aceh Utara, Dayan Albar. Waspada/Maimun Asnawi

ACEH UTARA (Waspada): Tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Utara, T. Hasansyah, SH, Kamis (26/3) kepada Waspada menyebutkan, kalau pihaknya meminta Pemerintah Aceh termasuk pemerintah kabupaten/kota untuk memperketat pemantauan kembalinya TKI ilegal dari Malaysia. Malaysia merupakan negara tempat transmisi Covid 19.

Bukan berarti, Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota menolak kepulangan mereka dari negeri jiran atau dari luar Aceh. Kepulangan mereka ke Aceh harus diwaspadai agar mereka tidak membawa pulang virus mematikan itu.

“Makanya harus diperketat. Setiap ada warga yang pulang dari luar Aceh, apakah itu dari Malaysia, maka seseorang itu harus menjadi ODP dan harus diisolasi secara mandiri di rumah selama 14 hari.

Kalau setelah 14 hari yang bersangkutan aman, baru dapat dipastikan seseorang tersebut tidak terpapar virus corona dan dianggap aman. Mencegah lebih baik dari mengobati,” kata T Hasansyah.

Informasi yang diterima, kata T Hasansyah, jumlah TKI asal Aceh baik resmi maupun illegal di Malaysia jumlahnya cukup banyak.

Dan sekarang ini seluruh kegiatan di sana telah dihentikan sehingga warga Aceh di sana kesusahan dalam memenuhi kebutuhan hidup dan banyak yang memilih pulang kampung.

“Ini harus menjadi perhatian serius dari semua pihak. Masyarakat terutama kepala desa yang tahu ada warganya yang baru pulang dari luar Aceh hendaknya segera melaporkan. Ini demi kemalsahatan orang banyak,” terangya.

Melibatkan Semua Stakeholder

Asisten I Kabupaten Aceh Utara, Dayan Albar saat dkonfirmasi Waspada, Kamis (26/3) siang ruang kerjanya mengatakan, persoalan ini sudah dibahas dalam rapat Tim Gugus Covid 19 dengan melibatkan semua stakeholder termasuk pihak Imigrasi yang memiliki data jumlah paspor yang dikeluarkan selama ini.

Demikian, kata dayan Albar, pihaknya tidak memiliki jumlah yang akurat berapa warga Aceh Utara yang menjadi TKI baik resmi maupun illegal di Malaysia.

Untuk mengantisipasi kepulangan mereka ke Aceh Utara, phaknya meminta pihak Lanal, Pawang laot, geusyiek dan warga desa untuk memantau perairan Aceh Utara. Dan bagi warga dan kepala desa melapoarkan setiap warga yang baru pulang dari luar Aceh.

“Ini sudah kita bahas dan menjadi catatan penting bagi kami sehingga sudah kita minta bantuan pihak Lanal dan Pawang laot untuk memantau perairan kita, karena biasanya TKI illegal pulang lewat pelabuhan-pelabuhan tikus.

Hal sama juga kita minta kepada warga dan kepala desa untuk aktif memberikan informasi. Kalau ada warga yang baru pulang kita minta untuk mengisolasi dirinya secara mandiri di rumah selama 14 hari,” kata Dayan Albar. (b18)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2