Pantai Ujung Blang Tercemar Tumpahan Minyak Kapal Di Pelabuhan Pertamina

  • Bagikan

LHOKSEUMAWE (Waspada): Warga Kota Lhokseumawe dikagetkan kejadian spontanitas air laut Pantai Ujung Blang Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe tercemar tumpahan minyak yang bocor dari kapal pengangkut yang bersandar di Pelabuhan Depot Pertamina Desa Hagu Teungoh, Minggu (24/4).

Kini sebagian besar permukaan laut berubah warna dan mulai disekat oleh pihak Depot Pertamina Regional II Kota Lhokseumawe. Saking parahnya, bau minyak mulai tercium bau menyengat jauh dari ibukota Lhokseumawe.

Kejadian ini mulai diketahui warga lingkungan sejak pukul 11. 12 wib, hingga secara tiba-tiba air laut berubah warna dan menimbulkan bau minyak yang sangat menyengat.

Hal itu diduga terjadi setelah kapal berlambung Masbos Diaz bermuatan minyak bersandar di Pelabuhan Pertamina setempat dan mengalami kebocoran minyak yang belum diketahui penyebabnya.

Lokasi pantai Ujung Blang kini telah dipolice-line oleh pihak Polres Lhokseumawe yang mulai berjaga-jaga di areal tumpahan minyak yang sempat diramaikan masyarakat.

Pantai Ujung Blang tercemar tumpahan minyak yang bocor dari kapal bermuatan minyak di pelabuhan Pertamina Desa Hagu Selatan Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Minggu (24/4). Waspada/Zainuddin Abdullah

Amatan di lapangan, para petugas Pertamina terlihat sibuk menangani tumpahan minyak dilaut dan berusaha menyerap minyak secara manual dengan menyekat air laut menggunakan kain dan busa.

Selain itu, warga masyarakat khususnya nelayan yang tak bisa melaut karena kejadian itu, justru turut mengangkut dan menyerap tumpahan minyak dengan menggunakan timba.

Bahkan beberapa petugas Depot Pertamina setempat juga mencoba menghalangi dan melarang wartawan untuk merekam momen tumpahan minyak tersebut.

Namun ironisnya, wartawan juga kesulitan mengonfirmasi kejadian tersebut, lantaran Kepala Depot Pertamina Feri tidak terjun ke lokasi kejadian.

Salah seorang warga Hagu Selatan Zulfadli mengatakan, warga sudah mencium bau menyengat minyak sejak pukul 08.00 Wib dan baru mengetahui hal itu ternyata karena terjadi tumpahan minyak. Ketika para petugas Pertamina dan polisi datang menarik garis police line di areal permukaan laut karena tumpahan minyak.

“Kami juga panik. Sejak pagi tadi tercium bau minyak sangat menyengat. Lalu polisi dan petugas Pertamina datang menyekat dan menarik garis police line ditepi pantai karena terjadi tumpahan minyak,” ujarnya.
Salah seorang Security Depot Pertamina Hermansyah mengatakan pihaknya sedang bekerja keras menghadapi tumpahan minyak tersebut.

Sementara atasannya Kepala Depot Pertamina Feri akan menyusul memberi keterangan atas kejadian tersebut.

Namun hingga saat ini belum juga ada pihak Pertamina yang menyatakan tanggung jawab dan menerangkan perihal kejadian tersebut. .

Bahkan pihak Depot Pertamina terkesan menghindar dari konfirmasi dan enggan memberi keterangan kepada publik soal kejadian tumpahan minyak itu.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto membenarkan adanya kejadian tumpahan minyak di laut.

Akan tetapi, Kapolres menegaskan pihaknya juga belum mendapatkan keterangan dari pihak Depot Pertamina terkait kejadian tersebut. (b09)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.