Waspada
Waspada » Pangdam IM: Jangan Ada Yang Usik Perdamaian Aceh
Aceh Headlines

Pangdam IM: Jangan Ada Yang Usik Perdamaian Aceh

Pangdam IM Achmad Marzuki saat paparan di hadapan wartawan di Makodam, Kamis (17/12). Pangdam IM: Jangan Ada Yang Usik Perdamaian Aceh. Waspada/Aldin Nainggolan
Pangdam IM Achmad Marzuki saat paparan di hadapan wartawan di Makodam, Kamis (17/12). Pangdam IM: Jangan Ada Yang Usik Perdamaian Aceh. Waspada/Aldin Nainggolan

BANDA ACEH (Waspada): Tidak menunggu lama setelah pemegang tongkat komando, Pangdam Iskandar Muda Aceh, Mayjen TNI Achmad Marzuki menggelar coffee morning bersama media cetak, televisi dan online di Makodam IM Kamis (17/12)

Pangdam yang baru dua bulan di Kodam Iskandar Muda didampingi sejumlah perwira Kodam dan Kapendam Kolonel Sudrajat, sedang dari wartawan tampak para pimpinan media dan pimpinan organisasi seperti PWI Aceh, AJI, SMSI Aceh.

Coffee morning diawali dengan memutaran video curiculum vitae Mayjen TNI Achmad Marzuki, adalah seorang perwira tinggi TNI-AD lulusan Akademi Militer (Akmil) 1989. Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat 24 Februari 1967, memliki karir panjang di Kostrad.

Jabatan Inspektur (Ir) Kostrad baru diembannya 3 bulan sejak Juli lalu. Ir Kostrad adalah struktur baru di tubuh TNI yang merupakan validasi organisasi.

Sebelumnya jenderal bintang dua TNI ini menjabat Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad di Gowa, Sulawesi Selatan.

Ternyata, rentang tiga bulan, sudah cukup waktunya menjadi orang nomor satu di Kodam Iskandar Muda per 18 November 2020.

Pangdam Iskandar Muda Aceh, Mayjen TNI Achmad Marzuki. Pangdam IM: Jangan Ada Yang Usik Perdamaian Aceh Waspada/Aldin NL
Pangdam Iskandar Muda Aceh, Mayjen TNI Achmad Marzuki. Pangdam IM: Jangan Ada Yang Usik Perdamaian Aceh Waspada/Aldin NL

Usai pemutaran video, Achmad Marzuki sharing kepada media terkait soal opini yang dibangun media massa tergantung dari sudut pandang media. Terkait dengan keutuhan berbangsa dan bernegara, Pangdam juga menyebut, perdamaian yang dirasakan rakyat Aceh buah dari MoU Helsinki, harus terus dirawat.

“Jangan ada pihak-pihak yang merusak kerukunan dan perdamaian di Aceh,” tegas Pangdam IM, ini.

Dalam kesempatan itu Pangdam yang mengaku kuliah di ilmu komunikasi itu juga memaparkan tentang pengaruh komunikasi, baik yang datang bersumber dari media mainstream atau media sosial (Medsos).

Mengingat banyaknya media yang telah mempengaruhi jagat informasi dan dengan mudahnya kita memperoleh informasi, menurut Pangdam, posisi media mainstream sekarang lebih berat, karena banyak media hoax yang dengan mudah mengirim atau memposting berita-berita dengan cepat dengan sumber bermacam macam pula.

“Kalau mau berita yang akurat kita harus pilih media mainstream yg sudah terverifikasi,” ujarnya.

Dia minta media mainstream untuk membantu kita mengarahkan sudut pandang positif untuk sama-sama membangun Aceh.

Pangdam berterima kasih atas pemberitaan pada 4 Desember (HUT GAM) kemarin, sangat menyejukkan.” Saya ucapkan terima kasih kepada media. Juga soal berita-berita penurunan angka Covid-19″.

Lebih satu jam paparan Pangdam bercerita saat menjadi Danrem 151/Binaiya Ampon. Ketika itu dia berhasil menghimpun kekuatan pemuda Ampon, yang awalnya difasilitasi untuk kongkow-kongkow (tempat media mampir untuk Saling berbagi informasi). “Saya ingin di Kodam ini ada tempat kongkow-kongkow untuk jurnalis dan pemuda. Tapi bukan media center,” tutup Mayjen TNI Achmad Marzuki. (b01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2