Waspada
Waspada » Pakai Pupuk Alami Buatan Abusyik, Pohon Nangka Warga Pidie Berbuah Lebat
Aceh

Pakai Pupuk Alami Buatan Abusyik, Pohon Nangka Warga Pidie Berbuah Lebat

Nandri Hamzah, Alias Cek Nandri sedang merawat pohon nangka yang berbuah lebat setelah diberikan pupuk alami buatan Abusyik, bupati Pidie, Jumat (20/11). Pakai pupuk alami buatan Abusyik, pohon nangka warga Pidie berbuah lebat. Waspada/Muhammad Riza
Nandri Hamzah, Alias Cek Nandri sedang merawat pohon nangka yang berbuah lebat setelah diberikan pupuk alami buatan Abusyik, bupati Pidie, Jumat (20/11). Pakai pupuk alami buatan Abusyik, pohon nangka warga Pidie berbuah lebat. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Di tengah masa pandemi banyak orang menjajal hobi baru, salah satunya dengan mulai menanam ataupun merawat tumbuhan yang tumbuh di sekitar perkarangan rumah.

Seperti dilakoni Nandri Hamzah, biasa diapa Cek Nandri, warga Raya Utue, Kecamatan Pidie, Kabuaten Pidie. Di tengah wabah Covid-19, dia memanfaatkan waktu luangnya di rumah dengan merawat satu batang pohon nangka kuning (Artocarpus heterophyllus-red) yang tumbuh di halaman rumahnya.

Bermodalkan setengah karung pupuk alami buatan bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik), pohon nangka milik Cek Nandri kini berbuah lebat sampai ke akar.

“Tanaman nangka ini usianya sekira 6 tahun. Sebelum saya pakai pupuk alami buatan Abusyik, buahnya kurang banyak. Tumbuh di bagian atas saja, namun setelah saya pakai pupuk alami milik Abusyik ini sekira dua bulan lalu, sekarang buahnya berjubel sampai ke bawah, ke akar,” kata Cek Nandri, kepada Waspada.id, Jumat (20/11).

Dia mengisahkan, awalnya dia merasa suntuk karena enggan keluar rumah. Sementara dia juga merasa tidak nyaman melihat ada setengan karung beras ukuran 15 kg pupuk alami pemberian Abusyik belum dimanfaatkan. Kebetulan, cerita dia, ada pohon nangka yang tumbuh di halaman rumahnya.

Rasa buah nangkanya, kata Cek Nandri manis dan lezat. Namun sejak beberapa tahun terakhir buah nangka tersebut kurang banyak berbuah. Kendati berbuah tetapi sebagiannya busuk. Selanjutnya, Cek Nandri mengambil pupuk alami buatan Abusyik tersebut ditaburi semua pada batang pohon nangka tersebut.

“Saya gali urukan sekira satu setengah meter dari batang. Lalu semua pupuk itu saya tabur melingkar ke dalam urukan tanah tersebut. Dua bulan kemudian, buahnya muncul banyak sampai ke bawah, ke akar-akarnya,” terang Cek Nandri senang. (b06)

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2