Waspada
Waspada » Operasional Sumur Minyak Ilegal Tak Bertuan Ditutup
Aceh Headlines

Operasional Sumur Minyak Ilegal Tak Bertuan Ditutup

Tim Muspida Aceh Tamiang dan PT Pertamina EP Rantau Field saat melakukan penutupan salh satu sumur minyak ilegal di Kampung Bandar Khalifah, Kec Tamiang Hulu. Operasional Sumur Minyak Ilegal Tak Bertuan Ditutup. Waspada/Ist
Tim Muspida Aceh Tamiang dan PT Pertamina EP Rantau Field saat melakukan penutupan salh satu sumur minyak ilegal di Kampung Bandar Khalifah, Kec Tamiang Hulu. Operasional Sumur Minyak Ilegal Tak Bertuan Ditutup. Waspada/Ist

KUALASIMPANG (Waspada) : Tim Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama PT Pertamina EP Field Rantau melakukan penutupan operasional sumur ilegal drilling yang berada di Kampung Bandar Khalifah, Kecamatan Tamiang Hulu.

Penutupan tersebut berawal dari laporan masyarakat sekitar Kampung Bandar Khalifah, kemudian tim dari Muspida Kabupaten Aceh Tamiang bersama PT Pertamina EP Field Rantau melakukan peninjauan lapangan di lokasi kegiatan ilegal drilling yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Namun, ketika tim tiba di lokasi, tidak ditemukan orang-orang yang melakukan pekerjaan ilegal drilling.

Informasi diperoleh menyebutkan, berdasarkan hasil temuan tersebut dan kemudian sesuai instruksi Bupati Aceh Tamiang dan SKK Migas, selanjutnya Tim Muspida dan PT Pertamina EP bersinergi dalam melakukan penertiban serta penutupan aktivitas ilegal drilling dimaksud pada tanggal 20 Januari 202 oleh Tim Muspida Kabupaten Aceh Tamiang yang terdiri dari unsur instansi pemerintahan, TNI/Polri dan untuk teknis penutupan sumur dari PT Pertamima EP Rantau Field.

Dalam kegiatan penertiban itu, didapati sebanyak 5 titik sumur yang ditutup, selain itu beberapa alat-alat perlengkapan tradisional pengeboran juga diamankan. Upaya penertiban ini juga sesuai dengan surat perintah Bupati Aceh Tamiang No.542/6182 tanggal 8 Desember 2020 dengan menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam kategori pekerjaan berisiko tinggi dan berbahaya serta tidak sesuai dengan kaidah-kaidah keselamatan pertambangan.

Selain itu juga dilakukan sosialisasi sesuai surat pemberitahuan dari Bupati Aceh Tamiang kepada masyarakat yang berada di Kampung Bandar Khalifah, Kecamatan Tamiang Hulu agar tidak lagi melakukan ilegal drilling. Karena masih dalam masa Pandemi Covid-19, sosialisasi dilakukan melalui aparatur pemerintahan Kampung Bandar Khalifah agar dapat disampaikan kepada warganya.

Sementara itu, Field Manager PT Pertamina EP, Totok Parafianto kepada Waspada.id, Kamis (4/2) menyampaikan, apabila kegiatan ilegal drilling dibiarkan akan merubah kehidupan tatanan di masyarakat terutama dalam bidang ekonomi dan sosial.

“Kami menyarankan agar masyarakat lebih mengutamakan bidang pertanian dari pada menyewakan tanahnya untuk dibor secara tradisional oleh oknum tidak bertanggung jawab, karena pertanian merupakan sumber penghasilan yang sustainable bahkan hingga anak cucu nantinya, ” ungkap Totok.

Totok juga meminta agar siapapun mendapati oknum yang berusaha untuk melakukan kegiatan ilegal drilling segera melaporkannya kepada pihak yang berwajib. “Karena kegiatan ini sangat berbahaya bagi lingkungan dan diri sendiri, ” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Haryanto Syafri mengapresiasi sinergi antara Pemerintah kabupaten Aceh Tamiang,TNI dan Polri dengan PT Pertamina EP Field Rantau dalam pencegahan kegiatan illegal drilling, karena selain membahayakan lingkungan juga membayakan nyawa manusia dari aktivitas kegiatan dimaksud.(b15).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2