Waspada
Waspada » Operasi Yustisi Dan Kesadaran Warga Ubah Warna Aceh Tamiang Dari Merah Jadi Orange Covid-19
Aceh Kesehatan

Operasi Yustisi Dan Kesadaran Warga Ubah Warna Aceh Tamiang Dari Merah Jadi Orange Covid-19

Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita. Operasi Yustisi dan kesadaran warga ubah warna Aceh Tamiang dari merah jadi orange Covid-19. Waspada/Ist
Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita. Operasi Yustisi dan kesadaran warga ubah warna Aceh Tamiang dari merah jadi orange Covid-19. Waspada/Ist

KUALASIMPANG (Waspada): Operasi Yustisi yang digelar Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang dan mulai adanya kesadaran dari masyarakat, merubah warna Kabupaten Aceh Tamiang dari merah menjadi orange.

Berdasarkan catatan Waspada.id, Kabupaten Aceh Tamiang pada awalnya berstatus merah pada tahun 2019 kemudian berubah menjadi orange, lalu kembali menyabet status berubah dari orange menjadi merah dan kini Kabupaten yang dijuluki Bumi Muda Sedia berubah lagi status dari merah menjadi orange terkait Covid-19.

Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, S.STP, M.Si kepada Waspada.id, Jumat (13/11) menyatakan, Kabupaten Aceh Tamiang tidak lagi berstatus zona merah Covid-19, terhitung sejak 04 November 2020 lalu Tamiang sudah masuk dalam zona orange.

Perubahan status tersebut, membuat kelegaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, terutama Satgas Penanganan Covid-19. Bagaimana tidak, perubahan predikat menjadi zona orange menjadi tolak ukur kinerja seluruh unsur dalam Tim Satgas Penanganan Covid-19 yang berarti upaya-upaya yang telah dilakukan dalam memutus mata rantai Covid-19 membuahkan hasil.

Meski sudah zona orange, imbuh Devi, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mengimbau agar masyarakat jangan lengah, karena jika tidak patuh terhadap Protokol Kesehatan, penularan Covid-19 bisa kembali melonjak tajam dan tidak menutup kemungkinan Aceh Tamiang kembali pada predikat zona merah.

Devi menyatakan, Indikator Zona Orange yang disandang Aceh Tamiang, di samping turunnya angka penambahan kasus terkonfirmasi positif, unsur lainnya yang tidak kalah penting didasarkan dengan angka kesembuhan pasien Covid-19 yang tinggi pada awal November 2020.

Agusliayana Devita selaku Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan, perolehan predikat zona orange adalah buah dari kerja sama seluruh unsur termasuk didalamnya Tim Satgas, TNI, Polri, Para Tim Medis RSUD dan Puskesmas, rekan rekan Media Cetak maupun Online yang memberikan edukasi pentingnya pendisiplinan Protokol Kesehatan dan seluruh elemen masyarakat.

Hasil kerja keras tersebut juga terbayar sejak operasi yustisi yang digelar frekuensinya meningkat dan bersamaan dengan itupula kesadaran masyarakat kian meningkat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Predikat zona orange ini, hasil dari kerja keras kita bersama. Jika masyarakat terus patuh dan taat menjalankan Protokol Kesehatan 3M tidak menutup kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan predikat zona orange bisa berubah menjadi kuning bahkan hijau,” ungkap Devi.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perundangan-undangan Daerah pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayahatul Hisbah (Satpol-PP dan WH) Aceh Tamiang, Mustafa Kamal, S.Pi ketika dikomfirmasi secara terpisah, Jumat (13/11) menyatakan, Operasi Yustisi gabungan yang digelar di Kabupaten Aceh Tamiang sudah menjaring sebanyak 1.613 warga yang melanggar Prokes Covid-19.

Menurut Mustafa, sejak diberlakukannya Peraturan Bupati Aceh Tamiang Nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan COVID-19, tercatat sebanyak 1.613 orang warga Aceh Tamiang terjaring saat berlangsungnya Razia Operasi Yustisi.

“Operasi Yustisi merupakan operasi gabungan oleh beberapa instansi pemerintah yang melibatkan, Satgas Gugus Tugas, TNI-Polri, BPBD, Sat Pol PP dan WH, Dinas Kesehatan dalam upaya memberikan pemahaman dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat tentang protokol kesehatan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019,” tutur Mustafa.

Mustafa mericikan, pertanggal 8 November 2020 jumlah warga yang terjaring Operasi Yustisi sebanyak 1.613 orang. Adapun rinciannya dari jumlah 1.613 orang, terjaring pada bulan September sebanyak 32 orang pelanggar tidak memakai masker di satu titik lokasi.

Kemudian, imbuh Mustafa, untuk bulan Oktober sebanyak 1.044 orang pelanggar tidak memakai masker di 20 titik lokasi. Sementara untuk bulan ini pertanggal 8 November 2020 tercatat 537 orang pelanggar tidak memakai masker di delapan titik lokasi.

Mustafa menjelaskan, selain pengguna jalan yang naik kenderaan yang tak mematuhi protokol kesehatan, Operasi Yustisi juga menyasar tempat-tempat usaha seperti cafe atau warung kopi.

“Semua yang terjaring dalam Operasi Yustisi kita catat nama dan alamatnya. Untuk sanksi kita berikan teguran secara lisan dan ada juga kita beri sanksi berupa hafal Pancasila dan menyanyikan lagu wajib kebangsaan kita dan sanksi lainnya yang bersifat pembinaan,” tegas Mustafa.

Mustafa mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mematuhi Peraturan Bupati Aceh Tamiang nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan COVID-19 dan instruksi Bupati Aceh Tamiang Nomor 5245 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Selama Pandemi COVID-19.

Mustafa menyatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus melakukan razia dan mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan (3M) dan meningkatkan imunitas tubuh, agar penyebaran COVID-19 ini segera cepat berakhir.(b14)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2