Oknum Aparat Keroyok Warga Teumpok Teungoh

- Aceh
  • Bagikan

LHOKSEUMAWE (Waspada): Buntut usai digrebek warga sedang bermalam di rumah wanita yang bukan muhrimnya, Jumat (3/12) dini hari, pelaku inisial F yang mengaku seorang oknum aparat bersama rekannya di Gampong Kebun Baro Kec. Simpang Keuramat Kab. Aceh Utara mengeroyok warga yang ikut terlibat dalam aksi jaga gampong.

Karena warga sedang beristirahat, oknum aparat yang kian kesal karena tidak menemukan warga yang dicari. Namun naas bagi Juanda, 37 warga Desa Teumpok Teungoh Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe kepergok sedang duduk di kios, akhirnya menjadi sasaran pengeroyokan dani bulan-bulanan oleh pelaku.

Hal itu diungkapkan Keplor Lingkungan III Jailani yang turun tangan setelah warga menggerebek seorang pria bermalam di rumah kekasihnya di Jalan Angsana Gang Iskandar Kelurahan Teumpok Teungoh, Jumat (3/12).

Jailani membenarkan telah terjadi pemukulan dengan cara pengeroyokan yang dilakukan oleh pelaku yang mengaku dirinya seorang oknum aparat terhadap Juanda warga Kel. Teumpok Teungoh.

Hal ini dipicu oleh aksi warga yang merasa resah pada pasangan bukan muhrim kerap bermalam dalam rumah kekasih wanitanya di Gang Iskandar.

Karena menghargai aparat, warga sepakat menyelesaikan dengan cara memberi peringatan agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya.

“Setelah masalah selesai, oknum itu pun dibolehkan pulang. Lalu warga membubarkan diri. Tak lama setelah itu, ternyata dia balik lagi bawa kawannya. Lalu ketemu dengan Juanda, langsung mereka pukul dengan cara mengeroyoknya,” tuturnya.

Hal serupa diungkapkan salah seorang saksi mata Iqbal, 23 yang didampingi sejumlah warga lainnya, yang ikut menyaksikan aksi brutal oknum aparat mengeroyok Juanda hingga tumbang dan terus dipukuli walau sudah dalam keadaan tak berdaya.

Iqbal mengatakan aksi pengeroyokan yang terjadi sekira pukul 02.00 Wib, Jumat (3/12) dini hari itu, sempat membuat sebagian besar warga terjaga dari tidurnya. Lalu ramai-ramai keluar dari rumah menuju lokasi kejadian yang berada ditepi Jalan Angsana.

Beruntungnya dalam peristiwa pengeroyokan oleh oknum aparat itu, korban terselamatkan nyawanya setelah mendapat pertolongan dari kaum Mak-Mak yang menjerit keras dan berteriak kencang, “ Tolong jangan kalian bunuh anak kecil yang sudah tak berdaya,”.

Ikbal menyebutkan pelaku oknum aparat itu langsung menghindar dari kepungan warga seraya mengancam tetap akan mencari semua warga yang menangkapnya sedang berduaan di rumah kekasihnya.

“Saat sedang duduk di kios, saya kaget ketakutan, karena tiba-tiba oknum aparat yang tertangkap di rumah wanita bukan muhrim tadi, datang bawa kawan. Sambil berteriak mereka ada yang melompat sambil memukul dan menendang si Juanda sampai terkabar,” terangnya yang merasa trauma.

Korban pengeroyokan oknum aparat, Juanda mengatakan, hal itu terjadi lantaran dipicu aksi orang kampung setempat melakukan penggerebekan terhadap pelaku yang sering menyelinap masuk ke rumah wanita ditengah malam hari.

Saat itu diketuk pintu kamar, pasangan bukan muhrim itu tidak juga keluar rumah. Hingga warga ramai-ramai bersorak hingga keduanya pun keluar dari kamar.

Juanda menjelaskan saat itu Keplor Jailani turun tangan dan ikut mempertanyakan perbuatan pelaku yang diduga mesum. Lalu pelaku yang akrab disapa F itu mengaku dirinya adalah seorang aparat.

Karena menghormati pelaku adalah oknum aparat, warga hanya memberi teguran dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya yang telah lama dipandang buruk oleh warga.

Demi menjaga nama baik TNI, Akhirnya pelaku pun dibebaskan dan sempat pamit pulang dengan sopan. Akan tetapi kebaikan warga itu, justru dibalas dengan air tiba. Ternyata pelaku kembali datang Lagi dengan membawa kelompok rekannya yang lain untuk melakukan pembalasan.

Mereka langsung berteriak di tengah malam sambil mencari warga yang ikut menggerebeknya. Naas bagi Juanda yang kepergok sedang duduk di kios tepi jalan langsung menjadi sasaran pengeroyokan secara membabi buta.

“Saya dipukuli dan dikeroyok mereka sampai terkapar di lantai. Saya pun berteriak minta tolong hingga membuat warga khususnya para ibu-ibu keluar rumah untuk menyelamatkan nyawa saya. Mereka mau membunuh saya,” tutur Juanda sambil menyeka air mata.

Sementara itu, Pasitel Markas Komando Batalyon Kavaleri 11/ MSC Letnan. Kav. Wisnu yang dikonfirmasi via telepon selulernya mengaku sedang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Namun untuk kebutuhan konfirmasi, Wisnu meminta agar menghubungi penggantinya Lettu. Kav. Afrizal.

Namun sayangnya, Lettu. Kav. Afrizal gagal dikonfirmasi karena telepon selulernya menolak panggilan masuk dan belum merespon balasan pesan.
(b09)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *