Nyaris Kehilangan Lapak, Ratusan PKL Kepung Camat Banda Sakti

  • Bagikan
Karena gagal relokasi pedagang ke kawasan Pantai Jagu, Rabu (10/11), Camat Banda Sakti Heri Maulana dikepung para pedagang kaki lima untuk menyediakan lahan baru di Pasar Buah setempat. Waspada/Zainuddin Abdullah
Karena gagal relokasi pedagang ke kawasan Pantai Jagu, Rabu (10/11), Camat Banda Sakti Heri Maulana dikepung para pedagang kaki lima untuk menyediakan lahan baru di Pasar Buah setempat. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Nyaris kehilangan lapak jualan, akhirnya ratusan pedagang kaki lima yang dilarang berjualan di sepanjang Jalan Protokol Kota Lhokseumawe mengepung dan memprotes Camat Banda Sakti Heri Maulan, Rabu (10/11).

Para pedagang yang semula hendak direlokasikan ke Pantai Jagu, ternyata gagal dilaksanakan karena lokasi itu sedang berkubang lumpur dan tergenang. Karena kawasan Pantai Jagu dalam kondisi berlumpur, ratusan pedagang kaki lima yang kehilangan lapak jualan hendak kembali ke areal terlarang di jalan protokol.

Namun hal itu pun dihambat oleh petugas hingga para pedagang yang kehilangan lapak jualan mengepung Camat Banda Sakti Heri Maulana yang bertemu di Depan Kantor Koramil setempat. Sehingga terjadilah dialog interaktif antara camat dengan para pedagang yang kecewa dan merasa dirugikan atas tindakan penertiban dan penataan ruangan yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Sejumlah pedagang kaki lima tersebut menerangkan karena alasan penertiban dan penataan ruang kota, petugas Satpol-PP dipimpin Camat Banda Sakti Heri Maulana menggusur seluruh pedagang disepanjang jalan Protokol dan Jalan Merdeka.

Kemudian para pedagang akan direlokasi ke kawasan Pantai Jagu. Namun tiba hari pelaksanaannya, ternyata kawasan Pantai Jagu justru sedang tergenang air dan berkubang lumpur dan relokasi gagal dilaksanakan. Akibat gagal direlokasi, menyebabkan para pedagang kehilangan tempat berjualan dan dilarang kembali berjualan di sepanjang jalan protokol.

Dialog antara camat dan pedagang dapat berjalan dengan aman, lantaran dikawal langsung oleh Kapolsek Banda Sakti Iptu Arifin dan prajurit Babinsa. Sehingga keberadaan aparat keamanan membuat amarah dan emosi pedagang meredam dan menyampaikan keluhan dengan cara persuasif serta tidak anarkis

Kesimpulan dari dialog itu, akhirnya Camat memutuskan untuk mencari lahan lain untuk direlokasi sementara waktu. Berikutnya camat dan ratusan PKL berjalan beriringan berkeliling mencari lahan baru. Kemudian menemukan tiga titik baru yaitu, Pasar Buah, Mon Mon Geudong dan Pusong.

Setelah berkoordinasi kembali, akhirnya sepakat memilih lahan relokasi sementara waktu di kawasan Pasar Buah Desa Keude Aceh.

Camat Banda Sakti Heri Maulana mengatakan ada sebanyak 1000 pedagang kaki lima sepanjang jalan protokol telah ditertibkan dan akan direlokasi ke kawasan Pantai Jagu. Namun sayangnya, kegiatan relokasi gagal dilaksanakan lantaran kondisi jalan masuk Pantai Jagu telah tergenang air dan berkubang lumpur usai diguyur hujan selama dua hari. Kondisi ini membuat para pedagang kehilangan tempat jualan dan dilarang kembali ke jalan protokol.

Camat mengaku setelah melakukan koordinasi dengan pedagang maka melahirkan kesimpulan untuk sementara waktu akan merelokasikan 300 PKL ke Pasar Buah Desa Keude Aceh.

Selanjutnya, pihaknya bekerjasama dengan dinas terkait lainnya akan memperbaiki dan mengatasi genangan air dan kubangan lumpur di kawasan Pantai Jagu. Bila sudah dapat ditangani, maka nantinya ratusan pedagang akan kembali direlokasi ke kawasan Pantai Jagu.

Camat mengaku pihaknya telah melakukan pendataan jumlah pedagang dan akan menindak para pedagang yang membuka lapa jualan disepanjang jalan protokol.

Camat menegaskan kegiatan ini adalah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat agar berkembangnya pedagang musiman ditengah pandemi. Bahkan pihaknya tidak akan Memungut retribusi atau biaya sewa lapak karena semua digratiskan demi meningkatkan kesejahteraan pedagang.

Camat juga mengimbau bila ada oknum yang melakukan pungutan liar, maka pedagang segera melaporkannya agar dapat diambil tindakan tegas. “Sementara waktu pedagang kita relokasi ke pasar buah. Saya juga ingatkan agar tidak ada oknum yang mencoba melakukan pungutan liar. Tidak ada uang retribusi, kalau ada yang pungut tolong laporkan pada saya agar bisa kita tindak,” paparnya.

Di samping itu, camat juga mengaku kewalahan juga dengan upaya mengatasi soal genangan air dan kubangan lumpur pantai Jagu. Lantaran pihaknya meminta bantuan alat berat dari DLHK Lhokseumawe dan ternyata seluruh alat beratnya sedang mengalami kerusakan berat. (b09)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.