Waspada
Waspada » Nurul Alam Tolak Hasil Muswil DPW PA Aceh Tamiang
Aceh

Nurul Alam Tolak Hasil Muswil DPW PA Aceh Tamiang

Nurul Alam, kandidat yang digugurkan sebelum pelaksanaan Muswil DPW Partai Aceh Tamiang memperlihatkan rekomendasi dari Panglima Muda wilayah II kepada sejumlah wartawan, Senin (29/3). Waspada/Yusri
Nurul Alam, kandidat yang digugurkan sebelum pelaksanaan Muswil DPW Partai Aceh Tamiang memperlihatkan rekomendasi dari Panglima Muda wilayah II kepada sejumlah wartawan, Senin (29/3). Waspada/Yusri

ACEH TAMIANG (Waspada): Nurul Alam, kandidat calon ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang menolak hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Partai Aceh yang telah berlangsung Sabtu (28/3) lalu. Pelaksanaan Muswil itu dinilai tidak demokrasi dan terkesan rekayasa.

Pasalnya, pembatalan Nurul Alam sebagai calon kandidat Ketua PA yang sebelumnya sudah mendaftarkan diri dan disampikan oleh Ketua Organizing Comite (OC), Helan Yusra dinilai sepihak dan melanggar AD/ART partai.

Demikian T. Ilyas juru bicara Alam pada konferensi pers yang digelar, Senin (30/3), di Karang Baru, Aceh Tamiang yang turut didampingi, Agus Salim, Nurul Alam dan beberapa kader Partai Aceh.

Sembilan Poin

”Pengambilan keputusan oleh Panitia Muswil DPW PA Kabupaten Aceh Tamiang pada tanggal 28 Maret 2020 tidak dapat kami terima. Ada 9 poin yang tidak kami terima, pertama menyangkut dengan tidak dikeluarkan izin oleh pihak Kepolisian RI dalam hal ini Polres Aceh Tamiang tentang Muswil DPW-PA Kabupaten Aceh Tamiang, ini juga menjadi dasar bahwa Muswil DPW-PA Kabupaten Aceh Tamiang itu tidak pernah terjadi,” ujar T Ilyas.

Kemudian, tidak hadirnya dewan pengarah dari DPP Partai Aceh pada pertemuan tgl 28 Maret 2020 juga menjadi dasar bahwa Muswil DPW-PA Kabupaten Aceh Tamiang tidak pernah ada, Panitia Pelaksana Muswil dinilai berpihak kepada M. Helmi yang juga ikut menjadi kandidat dalam Muswil dengan dasar tidak memberitahukan akan kekurangan syarat dari kandidat Nurul Alam sehingga yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syaraf (TMS) secara sepihak.

Padahal, kata Ilyas, Nurul Alam sebagai kandidat calon memenuhi syarat yaitu dengan melampirkan rekomendasi Panglima Daerah II sudah diberikan kepada panitia, baik melalui hardcopy maupun via WhatsApp Ketua OC, Helan Yusra.

“Terkesan juga Panitia Muswil DPW-PA Kabupaten Aceh Tamiang bertindak sepihak dengan melegalkan draf-draf yang disusun sebelum tanggal 28 Maret 2020,” sebutnya.

Menurut T Ilyas, persyaratan yang diwajibkan untuk calon ketua jelas melanggar AD/RT Partai Aceh itu sendiri, kalaupun ada tambahan persyaratan tentu harus dibicarakan dalam Muswil DPW-PA Kabupaten Aceh Tamiang dan menjadi keputusan Muswil DPW-PA Kabupaten Aceh Tamiang yang sah.

“Muswil DPW-PA Kabupaten Aceh Tamiang itu sendiri tidak pernah terjadi karena pembacaan dan pembahasan draft tatib tidak pernah ada,” tegasnya lagi.

Serahkan Ke DPP PA

Adapun keputusan tanggal 28 Maret 2020 dengan memenangkan sepihak calon yaitu M. Helmi atau Helmi Ahmad tidak dapat mereka terima.

“Kami menyerahkan permasalahan ini ke DPP PA di Banda Aceh dan permohonan kami DPP PA dapat bertindak dengan keputusan yang adil serta tidak merugikan PA itu sendiri,” harapnya.

.Pada kesempatan itu, mantan Ketua KPA Wilayah Tamiung, Agus Salim menyatakan, hasil Muswil DPW – PA Aceh Tamiang pada 28 Maret 2020 dinilai sangat tidak demokrasi dan merugikan Partai Aceh sendiri.

“Hal ini terbukti dengan berpihaknya Ketua OC kepada saudara Helmi dengan menggugurkan saudara Nurul Alam sebagai kandidat,” terangnya.

Menurutnya, Ketua OC jelas telah mengangkangi AD/RT Partai Aceh dan dinilai Ketua OC tidak ada niat dalam membesarkan Partai Aceh melalui demokrasi yang menggabaikan suara dari para DPS.

“Ini Partai harus jelas anutannya pada AD/RT partai dan berharap DPP PA dapat meninjau kembali hasil Muswil dari rekyasa Ketua OC yang saat ini telah menzalimi kandidat saudara Nurul Alam,” tegasnya.

Kombatan GAM Sudah Menyatu

Agus Salim menambahkan, dengan langkah yang diambil oleh Ketua DPP PA, Muzzakir Manaf yang sudah mengumpulkan para mantan kombatan GAM ban Sigom Aceh (seluruh Aceh) di Banda Aceh beberapa bulan lalu dan saat ini para kombatan GAM sudah menyatu kembali.

“Tapi sangat disayangkan apa yang terjadi di Aceh Tamiang dengan segelintir keinginan Ketua OC, saudara Helan Yusran telah merusak apa yang telah dibuat Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem untuk menyatukan para kombatan,” sebut Agus Salim sembari meminta DPP PA di Banda Aceh agar dapat meninjau kembali hasil Muswil rekayasa dimaksud.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, M. Helmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang periode 2020-2025 pada Musyawarah Wilayah (Muswil) partai tersebut yang berlangsung di Sekretariat DPW PA Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (28/3).

Pimpinan Sidang Muswil Partai Aceh Kabupaten Tamiang dipimpin oleh Helan Yusra (Ketua) sebagai utusan DPW PA Kabupaten Aceh Tamiang, Afifuddin (Wakil Ketua) utusan Dewan Pimpinan Sagoe dan Muhammad Nasir sebagai anggota pimpinan sidang yang mewakili utusan Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Tamiang.(cri).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2